Senin 03 Jan 2022 14:42 WIB

Kurva Covid-19 di Arab Saudi Meningkat

Saudi telah mengalami peningkatan baik jumlah infeksi maupun kasus kritis

Rep: Mabruroh/ Red: Esthi Maharani
Pemerintah Arab Saudi menutup toko yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 di Jeddah.
Foto: SPA
Pemerintah Arab Saudi menutup toko yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 di Jeddah.

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi Dr. Muhammad Al-Abdali mengatakan, kurva virus corona di Kerajaan Arab Saudi telah mengalami peningkatan baik jumlah infeksi yang dikonfirmasi maupun kasus kritis. Kementerian memprediksi kemungkinan adanya kasus meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Juru bicara Kementerian Kesehatan dalam konferensi pers di Jakarta kemarin, mengatakan, bahwa kasus kritis meningkat pada mereka yang tidak menerima vaksin Covid-19 dan tidak menyelesaikan dosisnya.

Ia juga meminta wanita hamil dan mereka yang pulih dari Covid-19 untuk menerima dosis booster. Serta meyakinkan bahwa suntikan vaksin Covid-19 tidak akan berdampak negatif pada mereka.

“Masih terlalu dini untuk membicarakan dosis keempat atau lebih,” ujar Al-Abdali dilansir dari Saudi Gazette, Senin (3/1).

 

Al-Abdali justru menekankan agar kampanye vaksinasi kepada anak-anak terus digalakkan. Tentunya kata dia, dosis yang diberikan dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan dosis orang dewasa, selain itu juga menggunakan jarum yang khusus untuk anak-anak.

Kasus Covid-19 baru di Arab Saudi melampaui angka 1.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, sehingga jumlah total infeksi yang dikonfirmasi di Kerajaan menjadi 558.106.

“Lebih dari 51 juta dosis vaksin virus corona telah diberikan di Arab Saudi,” kata dia.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Letnan Kolonel Talal Al-Shalhoub menegaskan kembali keputusan Kementerian Dalam Negeri, untuk memberlakukan kembali pemakaian masker dan menjaga jarak fisik di dalam maupun di luar ruangan mulai Kamis lalu. Hal ini dilakukan untuk membendung penyebaran varian Omicron yang bermutasi dari virus corona.

Dia menegaskan bahwa tidak memakai masker medis atau masker kain atau penutup hidung dan mulut merupakan pelanggaran terhadap tindakan pencegahan virus corona.

“Hukuman tidak memakai masker adalah SR1000 untuk satu orang,” kata Al-Shalhoub.

Al-Shalhoub mengingatkan bahwa dosis booster akan wajib bagi siapa saja yang ingin menghadiri acara sosial, ekonomi, komersial, budaya, ilmiah, hiburan atau olahraga di Arab Saudi.

Pada konferensi pers yang sama, Muhammad Lafi Al-Mohammadi, Asisten Kepala Eksekutif Pengendalian Penyakit Menular di Otoritas Kesehatan Masyarakat (Weqaya) telah menyatakan bahwa mutan omicron meningkat secara global lebih dari varian yang ada.

Menurutnya, Omicron memiliki kapasitas pertumbuhan yang tinggi. Karena itu dia menekankan pentingnya mengikuti langkah-langkah pencegahan. Termasuk tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke luar Kerajaan dan segera mengambil swab medis jika muncul gejala pernapasan seperti suhu tinggi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement