Seniman Muslim Inggris Sumbangkan Kereta Listrik ke Christchurch

Selasa , 11 Jan 2022, 11:05 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Esthi Maharani
Seniman Muslim Inggris, Yusuf Islam telah menyumbangkan kereta perdamaian bertenaga listrik ke Christchurch, Selandia Baru
Seniman Muslim Inggris, Yusuf Islam telah menyumbangkan kereta perdamaian bertenaga listrik ke Christchurch, Selandia Baru

IHRAM.CO.ID, LONDON -- Seorang seniman Muslim Inggris telah menyumbangkan kereta perdamaian bertenaga listrik ke Christchurch, Selandia Baru. Yusuf Islam yang sebelumnya dikenal sebagai Cat Stevens itu berharap kereta perdamaian itu dapat membawa senyuman bagi generasi mendatang di kota itu.

 

Terkait

Islam mengumumkan bahwa dia menyumbangkan kereta tersebut setelah serangan masjid pada Maret 2019. Ketika itu dia melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk membawakan lagu klasiknya 'Peace Train' pada upacara peringatan yang diadakan hanya beberapa hari setelah serangan.

Baca Juga

Stuff melaporkan, kereta tersebut, yang mengacu pada lagu hitsnya pada 1971 dengan nama yang sama, memiliki empat gerbong untuk membawa anak-anak dan keluarga dan beroperasi tanpa rel.

"Kami mencari sekelompok sukarelawan yang bersedia untuk mengemudikan kereta dan bertindak sebagai kondektur bagi orang-orang yang ingin naik," kata manajer kemitraan, taman, dan program di Dewan, Kate Russell, dilansir di laman About Islam, Selasa (11/1).

"Jika Anda menyukai kereta, senang berada di dekat anak-anak, dan bersedia bekerja minimal tiga shift dua jam setahun, kami akan senang mendengar kabar dari Anda."

Dewan kota berencana untuk menjalankan kereta di South Hagley Park pada hari Ahad kedua setiap bulan, kecuali untuk bulan-bulan musim dingin pada Juni, Juli dan Agustus, dari pukul 10.00 hingga 16.00. Pihaknya telah meminta relawan untuk menjalankan jadwal kereta api tersebut.

"Kami dapat meningkatkannya jika ada permintaan, tetapi kami tahu kota ini memiliki acara lain yang ingin menggunakannya," kata Russell.

Islam sendiri memulai karir musiknya pada 60-an. Ia menjadi seorang Muslim pada 1978. Pria Inggris ini memiliki rantai sekolah dan badan amal. Dia menjalankan organisasi amal bernama Small Kindness, yang mendukung para korban di zona konflik dengan memberikan bantuan dan layanan pendidikan. Persentase dari pendapatannya digunakan untuk amal.

Ini bukan pertama kalinya bintang Muslim itu melakukan inisiatif serupa. Pada 2018 lalu, Islam mengumumkan bahwa ia menyumbangkan lebih dari 1 juta dolar Australia dari hasil tur Australianya pada 2017 ke sejumlah acara lokal dan internasional melalui organisasi bantuan Penny Appeal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini