Perubahan Sistem Haji Dinilai akan Berdampak pada Profesionalitas Penyelenggaraan

Ahad , 16 Jan 2022, 17:47 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Agung Sasongko
Para muasasah menghadiri pertemuan dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016M di Hotel Dar Alhadi, Azizyah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (19/8).
Para muasasah menghadiri pertemuan dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016M di Hotel Dar Alhadi, Azizyah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (19/8).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Perubahan sistem atau rencana haji yang semula dipegang muassassah beralih ke syarikah disebut akan berdampak pada profesionalitas penyelenggaraan haji dan umroh. Hal ini disampaikan Sekretaris Jendral Himpunan Penyelanggara Umrah dan Haji (Himpuh), Firman Taufik.

 

Terkait

"Perubahan sistem ini dampak positifnya adalah profesionalitas penyelenggaraan Haji dan Umroh tentunya akan semakin baik, di mana masing-masing perusahaan (syarikah) tentunya akan bersaing  memberikan pelayanan terbaik. Berbeda ketika masih bersistem muasasah di mana pelayanan disamaratakan," kata Firman pada Ahad (16/1).

Baca Juga

Dia melanjutkan, lewat perubahan sisitem juga akan memangkas jalur birokrasi yang semula B to G to G, menjadi B to B. Kemudian, semakin banyak syarikah, maka semakin banyak juga varian produk atau paket Umroh dan haji yang dapat dipilih

"Secara langsung harusnya juga akan berpengaruh kepada faktor biaya menjadi turun karena banyaknya supply," kata dia.

Kendati demikian, menurut Firman, perubahan sistem akan ada keharusan masing-masing syarikah mempekerjakan warga lokal, yang cukup tinggi gajinya. Kemudian budaya orang lokal adalah majikan bukan pekerja.

 

"Dibutuhkan waktu adaptasi yang tidak singkat untuk memposisikan mereka sebagai pelayan tamu Allah, selain juga cost operasional yang tinggi berdampak terhadap harga jual paket Umroh haji," ucap Firman.