Dewan Islam Johor Alokasikan Rp10 Miliar untuk Korban Banjir

Ahad , 16 Jan 2022, 16:59 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Agung Sasongko
Sebuah keluarga melihat keluar dari rumah mereka setelah banjir melanda Taman Sri Muda, distrik Shah Alam, sekitar 40 km dari Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Desember 2021.
Sebuah keluarga melihat keluar dari rumah mereka setelah banjir melanda Taman Sri Muda, distrik Shah Alam, sekitar 40 km dari Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Desember 2021.

IHRAM.CO.ID,  JOHOR BAHRU—Dewan Agama Islam Johor (MAINJ) mengalokasikan RM3 juta (Rp 10 miliar) untuk membantu korban banjir dan memperbaiki fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Ketua Komite Urusan Islam Negara Tosrin Jarvanthi mengatakan dari jumlah ini, RM802,000 (Rp 2,7 miliar) akan didistribusikan ke kantor distrik Tangkak, Muar dan Segamat, Masjid Kampung Liang Batu dan Sekolah Agama Liang Batu di Muar, dan surau di daerah tersebut mulai Ahad (16/1) hari ini. 

 

Terkait

“Jumlah bantuan yang diberikan akan tergantung pada kerusakan yang diderita dan apa yang dimohonkan dalam formulir yang dibagikan oleh MAINJ. Untuk bantuan perbaikan rumah, jumlah minimumnya adalah RM5.000 (Rp 17 juta),” katanya yang dikutip di Bernama, Ahad (16/1). 

Baca Juga

Tosrin mengatakan setidaknya ada 500 hingga 800 korban banjir di setiap distrik yang memerlukan bantuan segera. Menurut dia, ada enam masjid, tiga di distrik Segamat, dua di Tangkak dan satu di Muar, rusak akibat banjir, dan masing-masing akan diberikan RM30.000 (Rp 102 juta). 

Dia mengatakan 200 staf MAINJ dan Departemen Agama Islam Johor akan diterjunkan untuk melakukan pembersihan di daerah yang dilanda banjir di distrik Segamat hari ini, dimana 200 set peralatan masak juga akan dibagikan kepada warga yang terdampak. Setidaknya ada tujuh distrik di Johor yang terdampak banjir bandang pada 1 Januari lalu, meski kini hanya sekitar 705 orang dari 206 keluarga yang masih menempati 17 pusat pengungsian dan bantuan yang disediakan pemerintah di Segamat, Tangkak dan Muar.

Sementara itu, terkait Covid-19, Tosrin mengatakan tidak ada perubahan pada prosedur operasional standar (SOP) untuk sholat di masjid dan surau di Johor meskipun baru-baru ini 47 kasus positif COVID-19 terdeteksi di Masjid Taman Sri Pulai Perdana. Dia mengatakan SOP yang diberlakukan pada 7 Januari tahun ini akan tetap berlaku.

“Kami menjaga jarak fisik setengah meter di masjid meskipun ada kasus di Pulai Perdana. Belum ada instruksi (baru) dari Sultan Johor, Sultan Ibrahim Almarhum Sultan Iskandar (pada SOP),” katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini