Gambaran Kehidupan Surga dalam Surat Yunus Ayat 10

Jumat , 21 Jan 2022, 07:21 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Alquran
Alquran

IHRAM.CO.ID,  Surah Yunus Ayat 10 dan tafsirnya.

 

Terkait

دَعْوٰىهُمْ فِيْهَا سُبْحٰنَكَ اللهم وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلٰمٌۚ وَاٰخِرُ دَعْوٰىهُمْ اَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ

Baca Juga

Doa mereka di dalamnya ialah, "Subhanakallahumma” (Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami), dan salam penghormatan mereka ialah, “Salam” (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah, “Al-hamdu lillahi Rabbil ‘alamin” (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam). (QS Yunus: 10).

Tafsir Kementerian Agama menerangkan ayat ini sebagai gambaran dari keindahan dan kenyamanan kehidupan di dalam surga adalah setiap kata dan kalimat yang terucap tiada lain hanya pujian atas kebesaran Allah. Doa yang mereka ucapkan di dalam surga adalah "Subhanakallahumma" (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami).

Salam penghormatan kepada mereka dari Allah, malaikat dan sesama penghuni surga adalah "Salam" (semoga keselamatan yang sempurna selalu menyertai kamu). Penutup doa mereka adalah "Al-hamdu lillahi Rabbil 'alamin" (segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara seluruh alam).

Ayat ini menggambarkan tiga perumpamaan kehidupan orang-orang Mukmin di surga. Dari tiga perumpamaan itu tergambar tingkatan kehidupan rohani yang tinggi yang telah dicapai mereka. Gambaran itu adalah doa mereka dimulai dengan menyebut Subhanaka Allahumma, salam penghormatan mereka adalah Salam, dan akhir doa mereka adalah Alhamdulillahi Rabbil A'lamin.

Doa adalah permohonan yang dipanjatkan kepada Yang Maha Agung, dengan sepenuh hati dengan kata-kata yang penuh hormat, karena merasakan keagungan tempat meminta. Pengakuan akan keagungan Allah itu diungkapkan dengan perkataan "Subhanaka Allahumma" (Maha Suci Engkau, wahai Allah). Kalimat ini memberi pengertian bahwa Allah Maha Esa, hanya Dia sendirilah yang berhak disembah, yang berhak diagungkan. Setiap makhluk wajib menghambakan diri kepada-Nya selama-lamanya, baik di dunia maupun di akhirat. Makhluk yang seperti inilah yang berhak memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan yang abadi pula.