Menkes : Puncak Gelombang Omicron Akhir Februari-Awal Maret

Jumat , 21 Jan 2022, 08:40 WIB Reporter :Dian Fath Risalah/ Redaktur : Agung Sasongko
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Solo, Jawa Tengah, didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dan istri Raja Keraton Solo, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Paku Buwono Rabu (29/9).
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Solo, Jawa Tengah, didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dan istri Raja Keraton Solo, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Paku Buwono Rabu (29/9).

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak gelombang kenaikan kasus Omicron di Indonesia terjadi pada akhir Februari hingga awal Maret. Hal ini merupakan dampak dari kenaikan kasus Omicron yang terjadi di seluruh dunia.

 

Terkait

"Kita akan menghadapi (lonjakan kasus) akhir Februari sampai awal Maret, tinggal bagaimana bersiap menghadapinya," kata Budi saat hadir di Peresmian Pabrik PT Biosensor Healthcare di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga

Budi merinci mayoritas kenaikan kasus Omicron di dunia terjadi dalam kurun waktu yang sangat cepat dan singkat, berkisar antara 35 hingga 65 hari. Indonesia, sambung Budi, relatif terkendali, meskipun varian Omicron sudah masuk, dan sudah adanya transmisi lokal.

Budi mengatakan, wilayah DKI Jakarta dan Bodetabek diperkirakan menjadi daerah pertama yang akan mengalami lonjakan kasus. Mengingat dari hasil identifikasi Kemenkes, mayoritas transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta, dan diperkirakan dalam waktu dekat juga akan meluas ke wilayah Bodetabek. Mengingat secara geografis daerah-daerah tersebut berdekatan dan mobilitas masyarakatnya sangat tinggi.

"Paling banyak (Omicron) DKI, Jabar dan Banten, ini yang sudah ada transmisi lokal. Naiknya cepat dan banyak," ungkap Budi