343 Peneliti UGM Masuk Daftar Ilmuwan Teratas Dunia 2022

Sabtu , 29 Jan 2022, 04:27 WIB Reporter :Wahyu Suryana/ Redaktur : Muhammad Hafil
 343 Peneliti UGM Masuk Daftar Ilmuwan Teratas Dunia 2022. Foto: Rektor Universitas Gadjah Muda (UGM) Panut Mulyono usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (7/8).
343 Peneliti UGM Masuk Daftar Ilmuwan Teratas Dunia 2022. Foto: Rektor Universitas Gadjah Muda (UGM) Panut Mulyono usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (7/8).

IHRAM.CO.ID,SLEMAN -- Sebanyak 343 peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk dalam daftar ilmuwan teratas dunia versi Alper-Doger (AD) Scientific Index 2022. Keseluruhan, UGM menduduki peringkat pertama perguruan tinggi di Indonesia dalam perangkingan.

 

Terkait

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono, mengapresiasi hasil yang diraih oleh UGM di AD Scientific Index. Ia menilai, hasil ini menunjukkan kinerja baik dari seluruh civitas UGM. Hasil ini menunjukkan ilmuwan UGM semakin kompetitif secara global.

Baca Juga

Panut menuturkan, UGM akan terus meningkatkan publikasi hasil penelitian melalui jurnal ilmiah bereputasi dan media komunikasi lain. Juga, agar hasil penelitian bisa dihilirkan jadi produk bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita berusaha agar dalam penelitian tidak hanya terfokus kepada publikasi dan sitasi, tapi hilirisasi hasil riset menjadi produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas merupakan yang harus terus dilakukan," kata Panut, Jumat (28/1).

AD Scientific Index sistem perangkingan dan sistem analisis berdasarkan performa ilmiah dan nilai tambah produktivitas ilmiah peneliti individu. Juga perangkingan institusi berdasarkan karakteristik ilmiah atau peneliti dalam sebuah afiliasi.

Sumber data AD Scientific Index, Google Scholar dengan atribut-atribut seperti h-index, i10 index dan sitasi. Untuk masuk penilaian, peneliti minimal memiliki 300 sitasi. Misalnya, peneliti yang mendapatkan h-index = 1 dengan 300 sitasi akan dimasukkan.

"Sedangkan, peneliti lain dengan h-index 5 dan 30 sitasi atau h index 10 dengan 100 sitasi akan dieksklusi," ujar Panut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini