Sisi Lain Mina, Tempat Persinggahan Jamaah Haji Menjelang Wukuf

Rabu , 16 Feb 2022, 15:18 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Penampakan hamparan karpet dan sisa tenda jamaah haji di  Arafah dari udara, Senin (12/8). Pergerakan manusia di Makkah, Mina dan Arafah selama pelaksanaan ibadah haji tecatah sebagai yang termasif di dunia. Jutaan manusia bergerak dari dan ke tiga tempat ini hanya dalam waktu 2-3 hari
Penampakan hamparan karpet dan sisa tenda jamaah haji di Arafah dari udara, Senin (12/8). Pergerakan manusia di Makkah, Mina dan Arafah selama pelaksanaan ibadah haji tecatah sebagai yang termasif di dunia. Jutaan manusia bergerak dari dan ke tiga tempat ini hanya dalam waktu 2-3 hari

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Mina menjadi salah satu tempat penting bagi para jamaah haji untuk di datangi. Karena Mina menjadi di tempat persinggahan jamaah haji sebelum wukuf di padang arafah sebagai puncak ritual ibadah haji.

 

Terkait

Trinil Susilawati dalam bukunya 'Haji Dan Umroh Yang Nikmat' menulis, secara bahasa, Mina artinya tempat tumpahan darah binatang yang disembelih. Hal ini sesuai dengan keadaannya, bahwa di daerah ini setiap tahunnya disembelih jutaan binatang ternak, seperti: unta, sapi, dan kambing.

Baca Juga

"Daerah Mina masih berada di kawasan tanah haram dengan jarak 9 km disebelah timur laut dari Masjidil Haram," katanya.

Dan untuk memudahkan para jamaah haji yang akan melakukan thawaf ifadhah, pemerintah Arab Saudi telah membuat terowongan khusus bagi pejalan kaki yang langsung menuju Masjidil Haram, di samping terowongan bagi kendaraan roda empat.

Setiap tanggal 08 Dzul Hijjah, sehari sebelum wukuf, Mina selalu penuh dengan jamaah haji yang mabit (tinggal) di tempat tersebut. Shalat lima waktu (Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isa dan subuh dilakukan di tempat ini.

"Karena Rasulullah SAW memberikan contoh kepada kita seperti itu," katanya.

Kemudian sekembalinya dari Muzdalifah, mereka tinggal kembali di Mina untuk melontar jamarat sampai tanggal 12 bagi yang nafar awwal, dan sampai tanggal 13 bagi yang mengambil nafar tsani.

Pada hari-hari biasa daerah ini kosong tidak berpenduduk, meskipun seluruh areal ini dipenuhi oleh tenda-tenda permanen dari kain terpal anti api. Areal Mina ini sebetulnya tidak luas, panjangnya dari arah Makkah dibatasi Jumrah Aqabah dan dari arah Arafah dibatasi Wadi Muhassir yang mana di kedua tempat itu oleh pemerintah Arab Saudi sudah ditandai dengan petunjuk yang ditulis dengan berbagai bahasa. 

Panjangnya sekitar 3,5 km dan lebarnya dibatasi oleh dua buah bukit yang saling berhadapan, kemudian sekarang diperluas sehingga daerah Mu'aisim yang berada di balik bukit vang biasa ditempati jamaah Indonesia termasuk juga wilayah Mina.

King Fahd, Raja Saudi pada tahun 2012 telah meratakan Mina kemudian membangun semacam Bangsal raksasa berlantai 2 memanjang di sebelah kiri dan kanan jumroh yang dilengkapi berbagai sarana termasuk air, listrik, telepon, restoran, poliklinik, tokoh-tokoh kaki lima, eskalator dan AC. Dan bagian atas ditutup dengan atap tanda raksasa seperti di terminal airport haji di Jeddah 

"Bangunan raksasa ini dirancang dapat menampung sekitar 4 juta orang," katanya.

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini