Senin 14 Mar 2022 08:32 WIB

Polisi Tangkap Dua Pembunuh Tujuh Petugas Vaksinasi Polio di Afghanistan

Polisi Afghanistan terus memburu pelaku pembunuhan petugas kesehatan itu.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Borgol. Polisi Tangkap Dua Pembunuh Petugas Vaksin di Afghanistan
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Ilustrasi Borgol. Polisi Tangkap Dua Pembunuh Petugas Vaksin di Afghanistan

IHRAM.CO.ID, KAIRO -- Afghanistan dan Pakistan merupakan dua negara di dunia di mana polio belum diberantas. Petugas kesehatan kerap mendapatkan ancaman hingga hilangnya nyawa ketika harus memberikan vaksin polio tersebut.

Tujuh petugas kesehatan di Afghanistan harus kehilangan nyawa karena penolakan dari kelompok masyarakat terhadap penyuntikan vaksin polio. Polisi Afghanistan terus memburu pelaku pembunuhan petugas kesehatan itu. 

Baca Juga

“Dua tersangka telah ditangkap di Afghanistan sehubungan dengan pembunuhan tujuh petugas pemberi vaksin polio bulan lalu,” kata polisi dilansir dari Al Araby, Ahad (13/3/2022).

Para petugas kesehatan itu meninggal dalam serangan terpisah di provinsi utara Kunduz. Mereka terbunuh ketika melakukan kampanye vaksin polio dari rumah ke rumah warga untuk membasmi virus yang melumpuhkan itu.

"Orang-orang yang ditangkap telah mengakui kejahatan mereka dan mengatakan mereka menembak para pemberi vaksin polio setelah menerima perintah dari para pemimpin mereka dari Front Perlawanan di provinsi itu," kata juru bicara polisi Kunduz, Qari Obaidullah Abedi.

Front Perlawanan Nasional (NRF) dipimpin oleh putra mendiang komandan anti-Taliban legendaris Ahmad Shah Massoud. Mereka adalah kelompok yang menentang kekuasaan Taliban.

Pejuang kelompok itu adalah yang terakhir bertahan melawan pengambilalihan Taliban tahun lalu. Mereka mundur ke Lembah Panjshir yang akhirnya jatuh pada September, beberapa minggu setelah bekas pasukan pemerintah menyerah.

Lembah Panjshir yang indah terkenal sebagai tempat perlawanan terhadap pasukan Soviet pada 1980-an dan Taliban pada akhir 1990-an, selama tugas pertama kelompok garis keras berkuasa. Sosoknya yang paling dihormati adalah Massoud, yang dikenal sebagai "Singa Panjshir" yang dibunuh oleh Alqaidah pada 2001, dua hari sebelum serangan 11 September.

Putranya Ahmad Massoud sejak itu mengambil alih kepemimpinan. Laporan telah muncul tentang upaya nyatanya untuk mengorganisir perlawanan dengan para pemimpin Afghanistan di pengasingan lainnya.

Juru bicara kepolisian Kunduz mengatakan, kedua pria yang ditangkap itu juga mengaku mereka dibayar untuk membunuh para pemberi vaksin. Pada 24 Februari, total delapan vaksinator polio telah terbunuh, tujuh di Kunduz dan satu di provinsi tetangga Takhar.

Front Perlawanan Nasional tidak dapat dimintai komentar segera atas pernyataan polisi tersebut. Tim polio di Afghanistan telah sering menjadi sasaran kelompok pemberontak sampai Taliban mengambil alih negara itu pada Agustus. Sejak itu, Taliban mengatakan mereka ingin bekerja sama dengan PBB untuk membasmi penyakit polio. Di masa lalu, kampanye vaksinasi polio di Afghanistan dan negara tetangga Pakistan dituduh sebagai mata-mata, sementara beberapa ulama mengatakan vaksin itu adalah konspirasi untuk mensterilkan umat Islam.

https://english.alaraby.co.uk/news/afghan-police-arrest-2-suspects-over-murder-vaccinators

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement