Wapres Dorong Perguruan Tinggi Manfaatkan Peluang Transformasi Digital

Senin , 28 Mar 2022, 18:30 WIB Reporter :Fauziyah Mursid/ Redaktur : Agung Sasongko
Wapres KH Maruf Amin . Wapres Dorong Perguruan Tinggi Manfaatkan Peluang Transformasi Digital
Wapres KH Maruf Amin . Wapres Dorong Perguruan Tinggi Manfaatkan Peluang Transformasi Digital

 

 

Terkait

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong perguruan tinggi untuk beradaptasi terhadap kemajuan teknologi. Wapres mengatakan, apalagi di tengah upaya percepatan transformasi digital, agenda prioritas penunjangnya adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang digital.

Baca Juga

Karena itu, pendidikan tinggi, termasuk Universitas Islam Malang (UNISMA) harus dapat beradaptasi untuk mencetak SDM dengan tingkat literasi digital yang tinggi.

"Di era transformasi digital ini, adaptif telah menjadi keharusan. UNISMA harus mampu memanfaatkan peluang-peluang yang tercipta dari revolusi teknologi dan menjadikannya kendaraan menuju kemajuan institusi," kata Wapres dalam Dies Natalis ke-41 UNISMA secara virtual di Jakarta, Ahad (27/3/2022).

Wapres berharap, UNISMA dapat memperluas jaringan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai institusi, baik dengan institusi lain di dalam maupun luar negeri.

Pada acara yang mengangkat tema “Kita Wujudkan Sikap Adaptif dan Produktif untuk Mengembangkan Budaya dan Peradaban menuju World Class University", Wapres mengapresiasi UNISMA dengan visinya menjadi universitas kelas dunia atau world-class university. Namun, ia mengingatkan, untuk mewujudkan visi tersebut membutuhkan kerja keras.

Visi ini menuntut mutu pendidikan, kuantitas, dan kualitas penelitian, status atau ranking, dan dampak yang dapat diberikan universitas tidak hanya kepada negeri, tapi juga kepada dunia.

"Menjadi universitas kelas dunia adalah cita-cita mulia yang membutuhkan kerja keras untuk dapat mewujudkannya," katanya.

Namun, ia optimistis dengan pengalaman dan tekad yang ada, visi tersebut dapat terwujud. Wapres juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas akademik tanpa mengabaikan penguatan iman dan takwa sesuai aqidah ahlusunah wal jamaah an-nahdliyyah serta nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi persaingan global.

"Tantangan di dunia modern justru membutuhkan penguatan karakter religius dan kebangsaan. Dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dipadukan dengan keimanan dan ketakwaan serta nilai-nilai Pancasila, kita bisa mewujudkan generasi muslim Indonesia yang berdaya saing global," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini