Alhamdulillah, Kuota Jamaah Haji Indonesia 100.051 Orang

Selasa , 19 Apr 2022, 23:08 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah haji Indonesia mencicipi air zamzam yang disediakan di terminal dengan fasilitas Eyab di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada 2019. Menag Umumkan Kuota Jamaah Haji Indonesia 100.051 Orang.
Jamaah haji Indonesia mencicipi air zamzam yang disediakan di terminal dengan fasilitas Eyab di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada 2019. Menag Umumkan Kuota Jamaah Haji Indonesia 100.051 Orang.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan kuota jamaah haji untuk Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 Hijriyah/2022 Masehi sebanyak 100.051 orang.

 

Terkait

"Alhamdulillah atas ikhtiar dan doa kita semua, pada tahun ini kita akan memberangkatkan kembali jamaah haji dengan kuota 100.051 jamaah dan 1.901 petugas," ujar Yaqut dalam Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan 1443 Hijriyah yang diikuti dari Jakarta, Selasa (19/4/2022).

Baca Juga

Yaqut mengatakan rencananya pemberangkatan kloter pertama akan dilakukan pada 4 Juni 2022. Dengan adanya kepastian ini, menjadi kado Ramadhan bagi jamaah asal Indonesia yang telah menunggu selama dua tahun.

Dalam dua tahun terakhir, Indonesia tidak memberangkatkan jamaah haji imbas dari pandemi Covid-19. Ketiadaan pemberangkatan itu semakin menambah daftar panjang antrean haji Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan kuota haji untuk Indonesia yang jumlahnya berkisar 48 persen dari kuota 2019 merupakan kuota dari Pemerintah Arab Saudi terbanyak dibandingkan negara lain pada tahun ini. "Kelihatannya memang Indonesia yang paling banyak kuotanya dari seluruh dunia. Ini patut kita syukuri walaupun memang ada pembatasan umur, tapi itu bisa kita selesaikan dengan berkomunikasi secara baik-baik melalui Kanwil Kemenag seluruh Indonesia," ujar dia.

Yandri menuturkan total Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) pada 2022 mencapai Rp 81 juta per orang. BPIH yang disepakati untuk masing-masing calon jamaah haji sebesar Rp 39,8 juta, naik dari rata-rata BPIH pada 2020 sebesar Rp 35 juta per orang.

Meski demikian, ia memastikan calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini atau yang mengalami tunda berangkat pada 2020 tidak akan dipungut biaya tambahan sama sekali. "Walaupun kami sudah ketok palu Rp 39.800.000, tapi jamaah haji tidak akan setor tambahan biaya satu rupiah pun. Ini komitmen DPR dan pemerintah," katanya.

Oleh sebab itu, biaya yang dibebankan untuk calon jamaah haji di Indonesia, menurut Yandri, merupakan yang paling murah di dunia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini