Arab Saudi: Kerja Sama Global untuk Ketahanan Pangan Sangat Penting

Jumat , 20 May 2022, 13:30 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Ani Nursalikah
Seorang pekerja memegang segenggam gandum di Modern Mills of Lebanon, di Beirut, Lebanon, 12 April 2022. Bank Dunia menyetujui pinjaman $150 juta untuk ketahanan pangan di Lebanon yang dilanda krisis untuk menstabilkan harga roti selama enam bulan ke depan, kata menteri ekonomi, Senin. Arab Saudi: Kerja Sama Global untuk Ketahanan Pangan Sangat Penting
Seorang pekerja memegang segenggam gandum di Modern Mills of Lebanon, di Beirut, Lebanon, 12 April 2022. Bank Dunia menyetujui pinjaman $150 juta untuk ketahanan pangan di Lebanon yang dilanda krisis untuk menstabilkan harga roti selama enam bulan ke depan, kata menteri ekonomi, Senin. Arab Saudi: Kerja Sama Global untuk Ketahanan Pangan Sangat Penting

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Waleed Al-Khuraiji mengatakan upaya bersama dari berbagai negara diperlukan untuk meningkatkan ketahanan pangan dunia. Pernyataan ini disampaikannya selama pertemuan Call to Action Ketahanan Pangan Global di PBB, Rabu (18/5/2022).

 

Terkait

 

Baca Juga

Al-Khuraiji mengatakan tantangan ketahanan pangan saat ini membuktikan pemulihan berkelanjutan tergantung pada kerja sama internasional. Dia mengatakan, meskipun ada kemajuan dalam proses pembangunan, pencapaian SDG 2030 (tujuan pembangunan sosial) menjadi sangat sulit, karena ekspektasi dan indikator global menunjukkan penyimpangan dalam pencapaian tujuan kedua dari program tersebut, yang mencakup pengentasan kelaparan.

“Di antara tantangan kesehatan global adalah penyebaran pandemi, karena penyebaran Covid-19 mengungkapkan kepada kita rapuhnya sistem internasional dalam memerangi virus yang tidak terlihat dengan mata telanjang, yang menyebabkan konsekuensi parah yang mempengaruhi masyarakat dan ekonomi,” kata Al-Khuraiji dilansir dari Arab News, Kamis (19/5/2022).

 

Dia menambahkan faktor ini memengaruhi kehidupan masyarakat, mata pencaharian mereka, dan indikator ekonomi yang menurun. Menurutnya, Arab Saudi memimpin respons global terhadap pandemi yang menyertai kepresidenan G20 Kerajaan, karena mendukung upaya global untuk menghadapi pandemi ini dengan bantuan ratusan juta dolar. 

“Visi Kerajaan 2030 yang ambisius berfokus pada upaya pembangunan berkelanjutan untuk membangun sektor pertanian berkelanjutan, memperkuat sektor-sektor yang mendukung sistem pangan, mengembangkan sistem dan meningkatkan produktivitas pertanian, dan bekerja untuk memperkuat kemampuan penelitian dan inovasi untuk memastikan kemajuan berkelanjutan dalam ketahanan pangan,” ujarnya. 

Dalam hal ini, dia mengatakan Arab Saudi menyajikan inisiatif penting ke kawasan dan dunia, dan telah membuat peta jalan untuk menghadapi tantangan lingkungan. Intuitif ini termasuk Inisiatif Hijau Saudi, Inisiatif Hijau Timur Tengah, dan inisiatif ekonomi karbon sirkular.

 

Kebijakan luar negeri Kerajaan disebutnya sangat mementingkan peningkatan keamanan dan stabilitas, mendukung dialog dan solusi damai, dan menyediakan kondisi yang mendukung pembangunan dan mencapai aspirasi rakyat untuk masa depan yang lebih baik, cuaca di Timur Tengah atau dunia.

Dia menambahkan Arab Saudi selalu menegaskan kembali komitmennya untuk membantu mereka yang kurang beruntung dan negara-negara yang dilanda bencana alam dan krisis kemanusiaan. “Kerajaan adalah pendonor terbesar bantuan kemanusiaan dan pembangunan di tingkat Arab dan Islam, dan merupakan salah satu dari tiga donor teratas di tingkat internasional,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini