Tersenyum Seperti Nabi Muhammad, Sulitkah?

Jumat , 20 May 2022, 18:55 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam / Redaktur : Agung Sasongko
Rasulullah
Rasulullah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Senyum meringankan beban dan membebaskan semangat. Nabi Muhammad selalu tersenyum dalam kehidupan sehari-hari.

 

Terkait

Abdullah bin Harits berkata:

Baca Juga

 

“Saya tidak pernah menemukan orang yang tersenyum sebanyak Nabi Muhammad.  Nabi Muhammad menganggap tersenyum kepada saudara sebagai tindakan amal.”  (At-Tirmidzi)

Ketika salah satu sahabat Nabi Muhammad ditanya apakah dia duduk bersama Nabi, dia menjawab:

“Ya, sangat sering.  Dia (Nabi) biasa duduk di tempat dia menjalankan sholat subuh atau subuh sampai matahari terbit atau ketika terbit;  dia akan berdiri, dan mereka (para sahabat) akan membicarakan hal-hal (yang berkaitan dengan hari-hari) kebodohan, dan mereka akan menertawakan (mengenai hal ini) sementara (Nabi) hanya tersenyum.”  

Salah satu sahabat Nabi Muhammad berbicara tentang hubungannya dengan Nabi ketika dia masih kecil.

Nabi Muhammad (saw) memiliki sifat yang baik dan lembut.  Istri tercintanya Aisha menggambarkan karakternya sebagai Al-Qur'an, yang berarti bahwa Nabi Muhammad hidup dengan ajaran Al-Qur'an.  Dengan demikian perilaku dan kepribadian Nabi Muhammad adalah contoh terbaik untuk diikuti dalam kehidupan sendiri.  

Seorang sahabat yang menghabiskan lebih dari 10 tahun bersama Nabi Muhammad berkata:

“Selama saya tinggal bersamanya, saya tidak pernah mendengar kata-kata tidak senonoh dari bibirnya dan tidak pernah menganggapnya kasar kepada siapa pun.  Dia berbicara dengan sangat sopan.  Dia baik kepada semua orang”.

Watak alami Nabi membuatnya tersenyum dan tertawa bersama dengan orang-orang di sekitarnya.

Efek Positif dari Tersenyum

Konsekuensinya, jika Nabi Muhammad tersenyum, itu harus menjadi sesuatu yang baik untuk diri  sendiri dan orang-orang di sekitar. Islam dirancang oleh sang pencipta untuk menjadi jalan hidup yang sempurna bagi umat manusia sehingga terkadang hal terkecil dapat berdampak besar.  Senyum adalah salah satunya.  Oleh karena itu, tidak heran jika tersenyum memiliki banyak efek positif

Tersenyum dipandang lintas budaya sebagai tanda keramahan dan merupakan respons alami yang membagikan kebahagiaan dengan orang lain.  Tersenyum menurunkan detak jantung dan untuk sementara mengurangi tekanan darah.  Ini mengurangi stres dengan melepaskan endorfin yang secara alami mengurangi hormon stres secara bersamaan menempatkan Anda dalam suasana hati yang lebih baik.  Endorfin juga mengurangi rasa sakit.

Karena itu, tersenyum dan tertawa adalah bantuan yang berguna dalam perawatan kesehatan.  Masih dalam bidang kesehatan, tersenyum meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan membuat tubuh rileks dan memungkinkan sistem kekebalan bereaksi lebih cepat dan efektif terhadap penyerang.

Tersenyum juga terbukti meningkatkan produktivitas.  Itu juga membuat kita terlihat lebih muda dan menurut setidaknya satu penelitian, tersenyum membantu umur panjang yang mungkin memperpanjang hidup kita hingga tujuh tahun.  Semua ini dan senyuman itu menular, oleh karena itu saat Anda mendapatkan semua manfaat ini, Anda menyebarkannya ke semua orang yang melihat Anda tersenyum dan membalas senyuman Anda.

Nabi Muhammad sering digambarkan sebagai orang yang baik dan murah hati dan kemurahan hatinya termasuk tersenyum pada orang-orang di sekitarnya.  

Para sahabat meniru sahabat mereka dan Nabi mengetahui bahwa caranya bertindak dalam setiap masalah adalah cara yang disetujui oleh Allah.  Apakah mereka menyadari betapa bermanfaatnya senyuman itu, hampir pasti tidak, tapi saya yakin kebahagiaan menyelimuti mereka dan meningkatkan kesehatan dan sikap mereka setiap kali Nabi Muhammad tersenyum kepada mereka.

Kepedulian & Humor Nabi

Nabi Muhammad membantu orang yang membutuhkan dan orang miskin dan pergi ke rumah orang sakit untuk menanyakan kesehatan mereka dan setiap kali dia bertemu atau melewati siapa pun dia mengatakan "Assalamu Alaikum" dengan senyum di wajahnya.

Sebelum semua keluar dengan semangat baru untuk tersenyum dan tertawa bersama teman dan keluarga, ada beberapa hal kecil yang perlu diingat.  Islam adalah jalan tengah, kita adalah bangsa yang harus dikenal moderasi kita, sehingga tertawa dan bercanda tanpa henti bukanlah cara terbaik untuk berperilaku.

Ingatlah bahwa meskipun Nabi Muhammad SAW tertawa dan bercanda dengan keluarga dan sahabatnya bahkan memberi mereka julukan ramah, dia selalu berperilaku bijaksana dengan prinsip-prinsip moral yang baik.  Dia tidak pernah bercanda dengan cara yang menyakiti perasaan seseorang atau bercanda tentang hal-hal yang tidak benar.  Bahkan dia terdengar berkata:

“Celakalah orang yang berbicara dan berbohong untuk membuat orang tertawa;  celakalah dia, celakalah dia.”  (At-Tirmidzi)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini