Genjot Pariwisata, Saudi takkan Ubah Aturan untuk Legalkan Minuman Beralkohol

Kamis , 26 May 2022, 16:16 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Genjot Pariwisata, Saudi takkan Ubah Aturan untuk Legalkan Minuman Beralkohol. Foto:  Arab Saudi semakin menggeliatkan bidang pariwisata dan hiburan, salah satunya dengan digelarnya festival Riyadh Season. Riyadh Season adalah sebuah festival seni dan budaya.
Genjot Pariwisata, Saudi takkan Ubah Aturan untuk Legalkan Minuman Beralkohol. Foto: Arab Saudi semakin menggeliatkan bidang pariwisata dan hiburan, salah satunya dengan digelarnya festival Riyadh Season. Riyadh Season adalah sebuah festival seni dan budaya.

IHRAM.CO.ID,DAVOS -- Pejabat Arab Saudi menyatakan perubahan aturan perundang-undangan untuk melegalkan minuman beralkohol dengan tujuan menarik lebih banyak wisatawan, tidak diperlukan. Hal ini disampaikan oleh Asisten Menteri Pariwisata Arab Saudi Putri Haifa Bint Mohammed.

 

Terkait

Pernyataan tersebut sebagai tanggapan dalam sesi panel tentang Arab Saudi di Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss, tentang kemungkinan menawarkan minuman beralkohol untuk menarik wisatawan. "Kami tidak perlu mengubah undang-undang yang melarang alkohol untuk menarik pariwisata," tutur dia seperti dilansir Saudi Gazette, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga

"Arab Saudi sangat transparan tentang sikapnya di segala hal. Kami sangat jelas dan kami bahkan mendengarnya dari kepala negara kami tentang sikap kami dalam menyajikan alkohol. Jawaban singkatnya adalah kami akan melanjutkan hukum kami saat ini," tambah Putri Haifa.

Dia juga menyampaikan, Kerajaan berhasil dengan sangat baik dalam hal menarik wisatawan dan membuka negaranya untuk para wisatawan dari seluruh dunia. Dia menekankan, Saudi telah mengungguli secara global dalam pariwisata dengan apa yang saat ini kami tawarkan hari ini. "Ada banyak hal yang harus dilakukan tanpa memperkenalkan sesuatu yang baru," kata Putri Haifa mengakhiri jawabannya.

Arab Saudi telah membuka diri kepada dunia melalui reformasi ekonomi dan sosial sejak 2018. Setahun kemudian, Kerajaan memperkenalkan visa turis pertama untuk mengunjungi negara yang memiliki enam Situs Warisan Dunia UNESCO, pantai Laut Merah dan Empty Quarter, itu.

Ketika Kerajaan meluncurkan program visa turis pada September 2019, itu mencapai kesuksesan luar biasa karena 400 ribu visa dikeluarkan dalam waktu 6 bulan sebelum penangguhan perjalanan internasional karena pecahnya pandemi virus corona.

Sejak Kerajaan memperkenalkan rezim visa baru, pertanyaan yang telah berulang kali ditanyakan cukup sering adalah apakah Kerajaan akan mengizinkan menawarkan alkohol di depan umum seperti negara tetangga GCC lainnya.

Putri Haifa membantah klaim bahwa negara itu mungkin melonggarkan izin alkohol di tempat umum. Arab Saudi berharap untuk meningkatkan pariwisata dengan menciptakan tujuan wisata baru seperti NEOM, Laut Merah dan Qiddiya. Ini untuk menawarkan berbagai pilihan untuk rekreasi dan hiburan yang mengandalkan sumber daya alam seperti matahari dan laut.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini