Nasib Putra Ridwan Kamil Diramal Paranormal, MUI Jabar: Jangan Didengarkan

Ahad , 29 May 2022, 16:13 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Doa bersama untuk keselamatan putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz di Masjid Al Muttaqin, komplek Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (27/5). Pihak keluarga masih menantikan kabar baik terkait Emmeril Khan Mumtadz yang dinyatakan hilang terseret arus Sungai Aaree, Bern, Swiss, kemarin. Nasib Putra Ridwan Kamil Diramal Paranormal, MUI Jabar: Jangan Didengarkan
Doa bersama untuk keselamatan putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz di Masjid Al Muttaqin, komplek Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (27/5). Pihak keluarga masih menantikan kabar baik terkait Emmeril Khan Mumtadz yang dinyatakan hilang terseret arus Sungai Aaree, Bern, Swiss, kemarin. Nasib Putra Ridwan Kamil Diramal Paranormal, MUI Jabar: Jangan Didengarkan

IHRAM.CO.ID, BANDUNG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta warga tidak mempercayai ramalan paranormal mengenai nasib anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz, yang terseret arus Sungai Aare di Kota Bern, Swiss.

 

Terkait

"Tentunya kami juga mendengar banyak komentar yang tidak pada tempatnya. Pernyataan paranormal itu jangan didengarkanlah. Paranormal itu di dalam pandangan agama ialah perdukunan. Mengenai mendengarkan peramalan itu sudah dikeluarkan fatwa, haram," kata Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei saat dihubungi melalui telepon dari Kota Bandung, Ahad (29/5/2022).

Baca Juga

"Para dukun diberi ruang untuk ber-statement (menyampaikan pernyataan), padahal dalam pandangan agama perdukunan itu tidak boleh," katanya.

Rahmat mengemukakan semestinya warga menunjukkan empati dan tidak melakukan hal-hal yang justru bisa menambah masalah orang yang sedang mendapat musibah. "Jangan memperkeruh suasana dengan mengomentari pendapat paranormal, seolah membenarkan," kata dia.

Adik kandung Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzaman, tidak mau ambil pusing dengan pernyataan-pernyataan paranormal mengenai keponakannya. "Kami tidak mau memasuki ke dalam hal kami tidak ketahui syariatnya. Kami hanya mengikuti panduan sesuai keyakinan yang kami miliki, yaitu akidah dan ajaran Islam," kata Elpi.

"Memang ini adalah ekspresi, rasa kasih sayang dari berbagai pihak. Kami berterima kasih. Bentuk kasih sayang dan simpati orang ini berbeda, sesuai pengalaman, pengetahuan, dan keyakinannya," ia menambahkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini