340 Petugas Haji Malaysia akan Berangkat ke Arab Saudi

Selasa , 31 May 2022, 16:18 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Johari, petugas haji dari Tabung Haji Malaysia, menunjukkan gelang haji digital saat mendampingi jamaah haji asal Malaysia, di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, pekan lalu. (Republika/Zaky Alhamzah)
Johari, petugas haji dari Tabung Haji Malaysia, menunjukkan gelang haji digital saat mendampingi jamaah haji asal Malaysia, di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, pekan lalu. (Republika/Zaky Alhamzah)

IHRAM.CO.ID,SEPANG -- Direktur eksekutif haji Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia, Datuk Seri Syed Saleh Syed Abdul Rahman mengatakan, sebanyak 340 pekerja haji akan dikerahkan ke Arab Saudi untuk membantu memperlancar operasional haji tahun ini.

 

Terkait

Ia mengatakan, tenaga kerja yang dipilih tahun ini adalah mereka yang sangat berpengalaman, karena tahun ini jumlah tenaga kerja akan lebih sedikit dibandingkan operasi haji sebelumnya.

Baca Juga

“Total tenaga kerja sebelumnya 650 orang, tapi kali ini yang terpilih hanya 340 orang. Karena itu, kami memutuskan untuk hanya memilih mereka yang sangat berpengalaman dan dapat melayani di Makkah dan Madinah," kata Syed Saleh dilansir dari laman Bernama pada Selasa (31/5/2022).

“Memang benar kami memilih mereka yang bisa multitasking dan bisa dimobilisasi ke lokasi mana pun berdasarkan situasi,” lanjutnya usai upacara pelepasan pekerja haji.

Syed Saleh mengatakan, total 84 pekerja termasuk dokter, petugas kesejahteraan dan praktisi media berangkat ke Arab Saudi dengan penerbangan Malaysia Airlines pada pukul 15.10 pada Senin (30/5/2022).

“Mereka adalah jamaah haji kedua yang diberangkatkan tahun ini. Sebelumnya sudah ada 13 petugas yang diberangkatkan untuk melakukan persiapan. Seluruh pekerja telah melakukan persiapan matang untuk memberikan pelayanan dan fasilitas kepada jamaah haji, dan memberikan yang terbaik,” kata dia.

Ditanya tentang tantangan yang dapat dihadapi jamaah tahun ini, dia mengatakan, pekerja dan jamaah perlu dipersiapkan untuk undang-undang baru yang diperkenalkan oleh pemerintah Arab Saudi seperti prosedur operasi standar (SOP) COVID-19 apa pun. Sementara itu, jurnalis Zalina Maizan Engah yang mendaftar operasi haji di bawah TH mengaku senang setelah terpilih untuk meliput haji.

“Saya bersyukur manajemen mempercayakan saya untuk meliput haji tahun ini. Saya tidak berharap untuk dipilih apalagi dengan pemeriksaan kesehatan yang ketat," kata editor penugasan Bernama TV yang berusia 46 tahun itu.

Ibu empat anak ini mengatakan, dia akan melakukan yang terbaik untuk melaporkan suasana haji tahun ini untuk memberikan pengalaman yang lebih besar kepada orang Malaysia. “Dan bagi mereka yang tidak terpilih tahun ini, saya akan mencoba juga memberikan update kasual di media sosial, radio, dan tulisan saya," katanya.

Relawan medis, Rosmawi Ismail (47) mengatakan, dia akan bertanggung jawab untuk mendirikan pusat medis khusus di Makkah untuk melayani jamaah yang mungkin membutuhkan perawatan medis. “Membuka pusat kesehatan adalah prosedur normal selama musim haji.  Harapan saya, operasi haji tahun ini berjalan lancar,” kata dia.

Pada 24 Mei, Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Datuk Idris Ahmad mengatakan, penerbangan pertama jemaah haji Malaysia tahun ini diharapkan pada 4 Juni. Dia juga mengumumkan bahwa kuota haji Malaysia pada 2022 sebesar 14.306, yaitu 45 persen dari kuota tahunan yang biasanya diterima. Kuota 14.306 tersebut turun dari 31.600 jamaah Malaysia yang diperbolehkan menunaikan Rukun Islam kelima pada 2019.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini