Kemenkes: Jamaah Haji Risiko Tinggi akan Dibekali Smartwatch

Kamis , 02 Jun 2022, 23:56 WIB Reporter :Dian Fath Risalah/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana,Penggunaan Smartwatch untuk jamaah haji risti mudahkan pemantauan
Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana,Penggunaan Smartwatch untuk jamaah haji risti mudahkan pemantauan

IHRAM.CO.ID, JAKARTA—Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota sebanyak 100.051 bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk dapat mengikuti pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

 

Terkait

Sebanyak 776 petugas dari Kementerian Kesehatan yang terdiri dari 304 orang Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) dan 472 orang Tenaga Kesehatan Haji (TKH) dipersiapkan untuk menunjang pelaksanaan ibadah haji.

Baca Juga

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana, mengatakan dari 100.051 calon haji asal Indonesia sebanyak 35,81 persen masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) dan lanjut usia.

Untuk memberikan perlindungan kesehatan selama melakukan ibadah haji, Kemenkes mempersiapkan teknologi yang dapat digunakan untuk memantau kondisi kesehatan para calon haji.

“Bentuknya tele jamaah, tele petugas, wrist band semacam smart watch yang akan digunakan jamaah sangat berisiko tinggi, kondisi kesehatan jamaah akan dipantau petugas melalui teknologi,” kata dr. Budi dalam Konferensi pers secara daring, Kamis (2/6/2022).

Bagi calon haji yang memiliki penyakit jantung dan hipertensi akan diberikan wrist band. “Kurang lebih ada 3 ribu semacam smartwatch, untuk tahun ini sebagai piloting, yang akan dipasangkan kepada jamaah paling risti yaitu jamaah yang memiliki penyakit jantung dan juga hipertensi yang akan kita sematkan smartwatch sehingga kondisi kesehatan mereka lebih terpantau oleh petugas dan juga petugas di KKHI,” jelas Budi. 

Kementerian Kesehatan RI telah mengirimkan lebih dari 18 ton obat-obatan dan perbekalan kesehatan bagi jamaah haji 2022. Delapan belas ton obat tersebut, terdiri dari 173 item obat yang digunakan dan 45 item perbekalan kesehatan.

"Total beratnya mencapai 18 ton. Saat ini berada di pihak imigrasi Jeddah untuk dilakukan clearance oleh otoritas setempat," tutur Budi.

Kementerian Kesehatan juga mendistribusikan 100 ribu paket tas kepada jamaah yang berisi perlengkapan kesehatan, yakni masker kain, masker medis, oralit, botol semprot, plester, tisu basah, kantung kencing dan juga handsanitizer. Nantinya, semua jamaah akan mendapatkan paket tersebut untuk melengkapi kebutuhan mereka selama di Arab Saudi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini