Visa Jamaah Haji Khusus Belum Keluar, Sapuhi Terus Negosiasi

Rabu , 08 Jun 2022, 11:48 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi, saat menyampaikan update hasil kunjungan tim Sapuhi ke tenda Maktab Armina, Selasa (7/6/2022).
Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi, saat menyampaikan update hasil kunjungan tim Sapuhi ke tenda Maktab Armina, Selasa (7/6/2022).

IHRAM.CO.ID,MADINAH--Jamaah haji reguler sudah 24 kelompok terbang (kloter) mendarat di Madinah. Namun, jamaah haji khusus yang dikelola penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) belum bisa diterbangkan karena visanya belum ada.

 

Terkait

"Visanya buat jamaah haji khusus belum ada," kata Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi, saat menyampaikan update hasil kunjungan tim Sapuhi ke tenda Maktab Armina, Selasa (7/6/2022).

Baca Juga

Syam mengatakan, saat ini pengurus Sapuhi yang mewakili 300 anggota PIHK masih bernegoisasi soal harga semua fasilitas jamaah haji khusus. Mulai dari pemondokan, bus, transit dan tenda Armina. 

"Masih menunggu semua proses pembayaran hotel-hotel, bus, transit dan tenda Armina/Maktab dalam system Ehajj," ujarnya.

Syam mengatakan, poses pembayaran Ehajj tidak semudah yang dibayangkan, karena PIHK belum bisa dan tidak ada sosialisasi cara penggunaannya. Bahkan bisa jadi ada travel-travel yang sudah tidak ada pegawainya yang pernah paham system di tahun 2019.

Syam mengatakan, persiapan untuk tenda Arafah dan Mina khususnya dari Indonesia baik itu haji reguler maupun haji khusus memiliki beberapa perbedaan. Akan tetapi sama semua harganya naik.

"Sama-sama semua harga meningkat dengan alasan ditingkatkan baik itu tendanya, kateringnya untuk reguler maupun VIP nya," katanya. 

Syam berharap, semoga janji penyedia jasa dalam hal ini muasasah meningkatkan pelayanan bisa jadi kenyataan. Walaupun harus membayar mahal semua fasilitas penyelenggaraan ibadah haji.

"Semoga mereka juga komitmen dengan harga-harga yang standar dengan pelayanan yang mereka janjikan," katanya.

Syam mengatakan, PIHK memang tidak punya alternatif harus memilih di antara maktab-maktab, dan bis. Agar keluar sistem di visanya, karena kalau tidak akan menghambat untuk mendapatkan visa.

"Jadi semua hotel Makkah dan Madinah, transport tenda Arafah dan Mina hotel-hotel transit harus segera dibayar di dalam sistem atau agar bisa keluar cepat untuk mendapatkan mova," katanya.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini