Muslim Maroko Terpaksa Batal Haji karena Biaya Tinggi

Rabu , 15 Jun 2022, 05:35 WIB Reporter :mgrol135/ Redaktur : Ani Nursalikah
Ilustrasi. Jamaah haji berada di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Muslim Maroko Terpaksa Batal Haji karena Biaya Tinggi
Ilustrasi. Jamaah haji berada di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Muslim Maroko Terpaksa Batal Haji karena Biaya Tinggi

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Meskipun haji telah lama menjadi impian bagi jutaan Muslim dan banyak yang rela menghabiskan banyak uang untuk itu, sejumlah Muslim Maroko terpaksa membatalkan rencana haji mereka tahun ini karena biaya yang tinggi.

 

Terkait

 

Baca Juga

Menurut kementerian Urusan Islam Maroko, mereka yang terpilih melakukan haji pada 2022 harus membayar 63 ribu MAD (6.405 dolar AS) atau setara Rp 92 juta. Jumlah tersebut 27 persen lebih tinggi dari biaya pada 2019.

Direktur agen Travel 4 You, Houda al-Majdouli mengatakan seperti dilaporkan La Prensa Latina, mereka yang bepergian dengan agen perjalanan swasta harus membayar lebih karena biaya haji akan berkisar antara 70 ribu dan 160 ribu dirham tergantung pada hotel.

 

“Seorang pekerja saya yang berada di daftar tunggu akhirnya bisa pergi karena ada orang yang menyerah karena harga,” katanya, dilansir About Islam, Ahad (12/6/2022).

 

Muslim dari seluruh dunia membanjiri Makkah setiap tahun untuk melakukan haji, salah satu dari lima rukun Islam. Setiap Muslim dewasa berbadan sehat yang mampu secara finansial melakukan perjalanan harus melakukan haji setidaknya sekali seumur hidup. Pemerintah Saudi membatasi jamaah haji asing selama dua tahun karena pandemi Covid-19, mengizinkan 1.000 pengunjung domestik pada 2020 dan 60 ribu pada 2021.

 

Masalah biaya tidak hanya di Maroko karena Muslim dari negara lain juga menanggung bebannya. Dibandingkan dengan negara tetangga, India, Pakistan, Indonesia, dan Malaysia, biaya haji di Bangladesh relatif tinggi.

 

Menurut Business Standard, seorang peziarah Bangladesh harus membayar minimal Rp 73 juta atau 47 persen lebih tinggi dari biaya untuk peziarah di Pakistan dan 93 persen lebih banyak dibandingkan dengan situasi di Indonesia. Pandemi Covid-19 menjadi faktor utama tambahan biaya perjalanan haji tahun ini.

 

Seperti banyak negara di dunia, Arab Saudi memberlakukan pembatasan masuk untuk membantu mencegah wabah Covid-19 tersebut merebak. Biaya penerbangan juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Harga selama pandemi umumnya tinggi setiap kali ada permintaan, seperti pada musim haji.

Inflasi di Arab Saudi adalah faktor kunci lainnya. Harga banyak barang dan jasa di Kerajaan telah meningkat, yang berarti biaya keseluruhan perjalanan juga naik.

https://aboutislam.net/muslim-issues/world/soaring-costs-discourage-moroccans-from-hajj/

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini