Ahad 19 Jun 2022 05:09 WIB

Kuota Dibatasi, Muslim Inggris Ragu Bisa Berhaji

Jamaah haji Eropa, Amerika, dan Australia bisa mengikuti haji dengan cara diundi.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Masjidil Haram. Kuota Dibatasi, Muslim Inggris Ragu Bisa Berhaji
Foto:

Pengumuman sebelumnya pada April menyarankan kuota Inggris akan menjadi sedikit, kurang dari 12 ribu orang, tetapi para pejabat di Arab Saudi sejak itu mengklarifikasi jumlah tersebut adalah total dari Eropa dan Amerika Utara. Motawif mengatakan lebih dari 100 ribu orang dari 56 negara telah mendaftar haji melalui portal tersebut.

Platform ini menawarkan berbagai paket penerbangan dan akomodasi, Platinum, Gold, atau Silver. Setelah peluncuran platform pada 10 Juni, calon peziarah memiliki tiga hari untuk mengisi formulir online yang kemudian dimasukkan ke dalam sistem undian. Mereka yang terpilih akan diberitahu pada 18 Juni, dengan penerbangan pertama diharapkan tiba di Arab Saudi pada 22 Juni.

Kementerian mengatakan portal itu adalah bagian dari upaya kerajaan untuk merampingkan prosedur haji dan memberikan harga yang kompetitif, tetapi Ali mengatakan itu telah menciptakan banyak stres dan kebingungan baik bagi jamaah maupun operator.

“Saya tidak keberatan menggunakan portal online dan saya langsung menggunakannya segera setelah saya melihatnya ditayangkan, tetapi saya tidak berpikir banyak orang, terutama para peziarah yang lebih tua, yang melek komputer,” katanya.

Selain itu, Otoritas Penerbangan Sipil menegaskan paket tersebut tidak mendapat manfaat dari Atol, program perlindungan keuangan Inggris untuk liburan paket udara. “Hati saya hancur ketika mengetahui jumlah yang berkurang,” kata Ali.

“Maksud saya, apa peluang saya akan mendapatkannya sekarang? Dan bahkan jika saya melakukannya, saya akan merasa sangat bersalah untuk orang lain yang sakit atau telah menunggu bertahun-tahun untuk pergi haji,” ujarnya.

Konsekuensi yang lebih parah adalah bagi operator haji dan umroh Inggris yang biasanya mengatur perjalanan untuk sekitar 25 ribu Muslim Inggris setiap tahun sebelum pandemi dan yang mendapati bisnis mereka telah mengering dalam semalam. Kekhawatiran itu disuarakan pada pertemuan darurat All-Party Parliamentary Group tentang haji dan umroh awal pekan ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement