Penukaran Uang Riyal di Asrama Haji Makassar Rata-Rata Rp 50 Juta

Sabtu , 25 Jun 2022, 20:11 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah calon haji mengikuti pemeriksaan kesehatan ulang saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/6/2022). Sebanyak 393 calon jamaah haji kloter pertama embarkasi Makassar mengikuti proses keimigrasian dan pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Penukaran Uang Riyal di Asrama Haji Makassar Rata-Rata Rp 50 Juta
Jamaah calon haji mengikuti pemeriksaan kesehatan ulang saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/6/2022). Sebanyak 393 calon jamaah haji kloter pertama embarkasi Makassar mengikuti proses keimigrasian dan pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Penukaran Uang Riyal di Asrama Haji Makassar Rata-Rata Rp 50 Juta

IHRAM.CO.ID, MAKASSAR -- Animo calon jamaah haji melakukan penukaran uang rupiah ke riyal Arab Saudi di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan mengalami peningkatan signifikan.

 

Terkait

"Transaksi di Asrama Haji Embarkasi Makassar rata-rata Rp 50 juta per hari dari calon jamaah haji (Calhaj) yang menukarkan uang riyal sebelum pemberangkatan ke tanah suci. Sebelumnya tidak banyak," kata Riska, salah seorang petugas penukaran uang di Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (25/6/2022).

Baca Juga

Dia mengatakan memilih mendatangi lokasi penginapan calhaj di Asrama Haji Makassar di Sudiang karena dianggap lebih efektif daripada menunggu yang akan menukarkan uang rupiah ke riyal di stan yang sudah disiapkan. Menurut dia, hal itu penting karena tidak semua calhaj berani keluar mencari lokasi tempat penukaran uang di dalam asrama.

Regional CEO BSI Region X Makassar Ficko Hardowiseto mengatakan BSI adalah salah satu lembaga keuangan yang mendapat lisensi untuk melayani calhaj dalam transaksi penukaran uang riyal atau mata uang lainnya. Adapun kelima lembaga jasa keuangan yang memperoleh lisensi untuk melakukan penukaran uang jamaah di asrama haji sebelum ke tanah suci adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), TP Haji La Tunrung AMC, PT Bali Maspintjinra, PT Bank Syari'ah Indonesia dan PT Dinar Mitra Pratama Valas.

Sementara itu, salah seorang calhaj asal mengatakan meskipun mendapatkan living cost sebanyak 1.500 riyal per orang, namun untuk jaga-jaga meningkatkan kebutuhan belanja di tanah suci, ia memilih menambah mata uang riyal. "Supaya tidak usah sibuk cari-cari penukaran uang riyal nanti di tanah suci, maka lebih baik tukar di sini saja dan nanti bisa lebih fokus ibadahnya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini