Etos Kerja Menurut Islam, ini Penjelasannya

Senin , 27 Jun 2022, 17:30 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Agung Sasongko
Bekerja di rumah saat pandemi. Ilustrasi
Bekerja di rumah saat pandemi. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etos adalah pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial. Dengan demikian, pengertian dari etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok.

 

Terkait

Sementera itu, menurut Islam etos kerja diartikan sebagai sikap kepribadian yang melahirkan keyakinan mendalam, bahwa bekerja bukan saja untuk memuliakan dirinya, menampakkan kemanusiaannya, melainkan juga sebagai suatu manifestasi dari amal saleh.

Baca Juga

Dalam artikel yang dimuat di laman resmi MUI, disebutkan bekerja yang didasarkan pada prinsip-prinsip iman bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim, tapi sekaligus meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah SWT yang didera kerinduan untuk menjadikan dirinya sebagai sosok yang dapat dipercaya, menampilkan dirinya sebagai manusia yang amanah.

Etos kerja juga menunjukkan sikap pengabdian sebagaimana firman Allah,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

“Dan tidak Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”, (QS. adz-Dzaariyat : 56).

Seorang muslim yang memiliki etos kerja adalah mereka yang selalu obsesif atau ingin berbuat sesuatu yang penuh manfaat, yang menganggap pekerjaannya merupakan bagian amanah dari Allah. Sehingga dalam Islam, semangat kerja tidak hanya untuk meraih harta tetapi juga meraih ridha Allah SWT.

Yang membedakan semangat kerja dalam Islam adalah kaitannya dengan nilai serta cara meraih tujuannya. Bagi seorang muslim bekerja merupakan kewajiban yang hakiki dalam rangka menggapai ridha Allah SWT.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini