Perempuan Arab Saudi Berperan Lebih Aktif dalam Layanan Haji 2022

Kamis , 07 Jul 2022, 13:31 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Polisi wanita Saudi, yang baru-baru ini dikerahkan ke layanan, dari kanan ke kiri, Samar, Alaa, dan Bashair, berjaga-jaga di depan Kabah, di Masjidil Haram, selama ziarah haji tahunan, di Arab Saudi. kota suci Mekkah, Selasa, 20 Juli 2021. Perempuan Arab Saudi Berperan Lebih Aktif dalam Layanan Haji 2022
Polisi wanita Saudi, yang baru-baru ini dikerahkan ke layanan, dari kanan ke kiri, Samar, Alaa, dan Bashair, berjaga-jaga di depan Kabah, di Masjidil Haram, selama ziarah haji tahunan, di Arab Saudi. kota suci Mekkah, Selasa, 20 Juli 2021. Perempuan Arab Saudi Berperan Lebih Aktif dalam Layanan Haji 2022

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Wanita di Kerajaan Arab Saudi saat ini memainkan peran yang lebih besar dalam logistik di balik pelaksanaan haji tahun ini. Salah satunya dengan dibukanya pekerjaan baru di General Cars Syndicate, Makkah.

 

Terkait

Sindikat tersebut didirikan lebih dari 90 tahun yang lalu dan bertanggung jawab untuk mengatur transportasi bagi para peziarah di sekitar lokasi haji yang berbeda, baik di Makkah dan Madinah. Wanita Saudi diberikan tempat untuk bekerja di bagian layanan pelanggan dan peran perwakilan media dalam organisasi.

Baca Juga

“Ketika tiba, saya melihat sebagian besar petugas imigrasi adalah wanita dan mereka semua sangat percaya diri dan pandai dalam apa yang mereka lakukan. Mereka semua mengenakan pakaian yang tertutup dan mengikuti aturan Islam dan saya senang melihatnya,” kata seorang peziarah India, Rushda Babukhan, dikutip di The National News, Kamis (7/7/2022).

Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja telah mengalami peningkatan sejak peluncuran program Visi 2030 kerajaan. Tahun ini, lebih banyak perawat wanita Saudi yang bekerja daripada perawat pria, 827 wanita dari total 1.383 perawat, selama haji tahun ini.

Seorang dokter keluarga yang akan bekerja bersama para perawat yang dikirim ke Makkah, Mona, menyebut dirinya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang mau mendukung mereka (perawat wanita) dan memberikan kesempatan. “Melayani jamaah haji merupakan suatu kehormatan bagi kami. Meskipun kami hampir tidak memiliki waktu istirahat atau cuti, saya menantikan bekerja di sini karena ini adalah pertama kalinya saya bekerja selama pelaksanaan haji,” ucapnya.

Tahun lalu, untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu, tentara wanita Saudi terlihat bekerja sebagai bagian dari layanan keamanan yang memantau jamaah selama haji. Visi Arab Saudi 2030 bertujuan memberdayakan perempuan dan menawarkan mereka peran yang setara di pasar kerja, serta masyarakat. Hal ini dilakukan melalui beberapa pelonggaran pembatasan dan memberi mereka lebih banyak hak untuk bekerja, bepergian dan mengemudi tanpa izin wali laki-laki.

Awal bulan ini, Otoritas Umum untuk Statistik mengatakan tingkat total pengangguran di Arab Saudi turun menjadi enam persen dalam tiga bulan pertama tahun ini, dari 6,9 persen selama periode yang sama pada 2021. Tahun lalu, Kementerian Haji Saudi secara resmi mengizinkan wanita dari segala usia melakukan haji tanpa wali atau kerabat laki-laki, yang memungkinkan mereka bepergian dalam kelompok.

Di sisi lain, Persatuan Umum Automobiles pekan lalu mengatakan siap meluncurkan layanan transportasi untuk musim haji tahun ini. Seorang peziarah India, Samira Khan, menyebut bus dan transportasi lainnya telah direncanakan dengan sempurna, meminimalkan waktu tunggu jamaah haji yang berada di bawah terik matahari.

“Khusus untuk jamaah yang menggunakan kursi roda, kami menemukan stafnya sangat membantu. Bus-busnya ber-AC dan ada tempat khusus di luar Masjidil Haram bagi para peziarah yang akan menuju Mina dan mengatur tempat-tempat untuk kelompok-kelompok tertentu," lanjutnya.

Ia juga menyebut tidak menemukan bus tua. Bahkan, jika jamaah di masa lalu harus menderita panas selama berjam-jam di dalam bus, sekarang transfer antar situs dan kota sangat mudah dan nyaman.

Layanan transportasi menawarkan bantuan cepat kepada peziarah yang melakukan perjalanan antara Tempat Suci dan Masjidil Haram selama ziarah haji. Asosiasi tersebut memiliki pusat penunjang antara Makkah, Madinah, Jeddah dan Tempat Suci, untuk menangani kegagalan bus dan jaringan komunikasi nirkabel untuk para peziarah selama ini. 

https://www.thenationalnews.com/gulf-news/2022/07/06/saudi-women-take-a-more-active-role-in-running-hajj-services/

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini