Rabu 20 Jul 2022 06:35 WIB

KKHI Madinah Perkuat Kegawatdaruratan Layani Jamaah Haji dari Makkah

KKHI Madinah mempersiapkan layanan terbaik untuk para jamaah haji dari Makkah

Ilustrasi KKHI Madinah. KKHI Madinah mempersiapkan layanan terbaik untuk para jamaah haji dari Makkah
Foto: Republika/Ali Yusuf
Ilustrasi KKHI Madinah. KKHI Madinah mempersiapkan layanan terbaik untuk para jamaah haji dari Makkah

Oleh Syalaby Ichsan, dari Madinah, Arab Saudi 

IHRAM.CO.ID, MADINAH – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah perkuat layanan kegawatdaruratan untuk menyambut jamaah yang datang dari Makkah pada 21 Juli mendatang. 

Baca Juga

Kepala KKHI Madinah, dr Enny Nuryanti, menjelaskan pihaknya menyiapkan tim jaga berupa dokter umum dan dokter spesialis untuk mengantisipasi jamaah yang kelelahan.

Menurut Enny, petugas dari KKHI Madinah mengalami pengurangan personel karena tiga orang ditugaskan di bandara. Satu dokter spesialis anestesi dan dua dokter emergency. 

 

"Sekarang kita ada 17 dokter spesialis, 12 dokter umum, satu dokter gigi dan 19 perawat siap melayani jamaah haji kita," ujar Enny saat diwawancara di KKHI Madinah, Madinah, Arab Saudi, Selasa (19/7/2022).

Pasca-Armuzna, Enny menjelaskan, masih banyak jamaah yang mengalami kelelahan. Mereka pun harus menyesuaikan diri mengingat cuaca di Madinah yang lebih panas ketimbang Makkah. 

Pantauan Republika.co.id, suhu di Madinah saat berita ini ditulis mencapai 45 derajat Celcius. "Makanya pasca-Armuzna ini kita perkuat dengan layanan kegawatdaruratan," ujar Enny.

KKHI juga menyiapkan medical check up (MCU) dan visitasi ke rumah sakit bagi pasien rawat inap untuk jamaah risiko tinggi (Risti). Menurut Enny, layanan tersebut disiapkan untuk memastikan mereka layak terbang ke Indonesia saat pemulangan.

Selain itu, ujar Enny, KKHI memiliki program evakuasi dan tanazul bagi pasien yang harus dipulangkan. Untuk pasien yang hendak dievakuasi, KKHI harus memastikan yang bersangkutan layak terbang. 

Apabila jamaah sakit memungkinkan untuk dievakuasi bersama kloternya, dia menjelaskan, jamaah tersebut bisa diikutkan ke dalam kloter. Dia akan mendapat pendampingan dari Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) selama penerbangan.

"Tapi apabila jamaah itu sakit tetapi kloternya terpaksa harus meninggalkannya maka kita pulangkan dengan tanazul akhir. Diharapkan sama dengan sesama embarkasinya," ujar dia.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement