Rabu 20 Jul 2022 08:33 WIB

Portugal Laporkan Seribu Kematian Akibat Gelombang Panas

Portugal harus siap mengatasi dampak perubahan iklim karena suhu terus meningkat.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Dwi Murdaningsih
 Helikopter menjatuhkan air di atas api di daerah yang mengalami gelombang panas, ilustrasi
Foto: AP/Thanassis Stavrakis
Helikopter menjatuhkan air di atas api di daerah yang mengalami gelombang panas, ilustrasi

IHRAM.CO.ID, LISBON – Portugal telah melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat gelombang panas yang tengah melanda negara tersebut. Otoritas kesehatan di sana memperingatkan Portugal harus siap mengatasi dampak perubahan iklim karena suhu terus meningkat.

 “Portugal adalah salah satu wilayah di dunia yang dapat (lebih) terpengaruh oleh panas ekstrem. Kita harus lebih dan lebih siap untuk periode suhu tinggi,” kata Kepala Direktorat Jenderal Kesehatan Portugal (DGS) Gracas Freitas, Selasa (19/7/2022).

Baca Juga

DGS sebelumnya melaporkan 238 kematian berlebih akibat gelombang panas dari 7 hingga 13 Juli. Namun Freitas mengatakan, jumlah kematian kini meningkat menjadi 1.063 untuk periode hingga 18 Juli.

Peneliti dari fakultas ilmu pengetahuan alam di Universitas Lisbon, Carlos Antunes, mengungkapkan, data menunjukkan, mereka yang paling mungkin meninggal akibat gelombang panas adalah orang tua. Menurutnya, jumlah kematian di masa mendatang akan tergantung pada beberapa faktor, dua di antaranya yakni tindakan pencegahan yang diambil warga untuk melindungi diri mereka sendiri dan adaptasi infrastruktur.

 

“Dengan adanya perubahan iklim, angka kematian diharapkan meningkat. Oleh sebab itu kita harus mengambil langkah-langkah di tingkat kesehatan masyarakat guna meminimalkan dampaknya,” kata Antunes.

Pekan lalu, suhu di Portugal yang sedang dilanda kekeringan mencapai 40 derajat celcius. Beberapa hari terakhir, suhunya menurun, tapi masih di atas level normal untuk tahun ini. 

sumber : reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement