Uni Eropa Setuju Vaksin Imvanex Dipakai untuk Melawan Cacar Monyet 

Selasa , 26 Jul 2022, 13:11 WIB Reporter :Haura Hafizhah/ Redaktur : Dwi Murdaningsih
Foto yang dipasok CDC pada 1997 memperlihatkan kulit lengan kanan dan dada seorang pasien ditumbuhi lesi cacar monyet. Selama lesi masih ada, pasien cacar monyet masih bisa menularkan penyakitnya.
Foto yang dipasok CDC pada 1997 memperlihatkan kulit lengan kanan dan dada seorang pasien ditumbuhi lesi cacar monyet. Selama lesi masih ada, pasien cacar monyet masih bisa menularkan penyakitnya.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Badan Eksekutif Uni Eropa (UE) telah menyetujui vaksin cacar Imvanex untuk digunakan melawan cacar monyet. Penyebaran cacar monyet sampai saat ini sangat cepat.

 

Terkait

"Komisi Eropa telah memperpanjang otorisasi pemasaran untuk vaksin cacar perusahaan, Imvanex, untuk memasukkan perlindungan dari cacar monyet. Sejalan dengan rekomendasi oleh pengawas obat-obatan UE," kata perusahaan biotek Bavarian Nordic dikutip dari Aljazirah pada Selasa (26/7/2022).

Baca Juga

Persetujuan berlaku di semua negara Anggota Uni Eropa serta di Islandia, Liechtenstein dan Norwegia. European Medicines Agency (EMA) melakukan penilaian ilmiah terhadap obat-obatan dan memberikan rekomendasi apakah ada obat yang harus dipasarkan.

Namun, di bawah undang-undang UE, EMA tidak memiliki wewenang untuk benar-benar mengizinkan pemasaran di berbagai negara di blok tersebut.  Ini adalah Komisi Eropa yang merupakan badan otorisasi dan mengambil keputusan yang mengikat secara hukum berdasarkan rekomendasi EMA.

Harga saham Bavarian telah meningkat 122 persen dalam tiga bulan terakhir, didorong oleh permintaan yang kuat untuk vaksin cacar monyet.

Sementara itu, Chief Executive Officer Paul Chaplin mengatakan ketersediaan vaksin yang disetujui dapat secara signifikan meningkatkan kesiapan negara untuk memerangi penyakit yang muncul.

 

WHO menyatakan wabah cacar monyet, yang telah mempengaruhi sekitar 16.000 orang di 75 negara menjadi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Imvanex telah disetujui di UE sejak 2013 untuk pencegahan cacar.

Vaksin itu juga dianggap sebagai potensial untuk cacar monyet karena kesamaan antara virus cacar monyet dan virus cacar. Monkeypox kurang berbahaya dan menular daripada cacar yang diberantas pada tahun 1980.

Gejala pertama cacar monyet adalah demam, sakit kepala, nyeri otot dan sakit punggung selama lima hari. Ruam kemudian muncul di wajah, telapak tangan dan telapak kaki, diikuti dengan lesi, bintik-bintik dan akhirnya koreng.

Lonjakan infeksi cacar monyet telah dilaporkan sejak awal Mei di luar negara-negara Afrika Barat dan Tengah di mana penyakit itu telah lama mewabah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini