PPIH: Barang Sitaan dari Jamaah Haji tak akan Dikembalikan

Selasa , 02 Aug 2022, 21:51 WIB Reporter :Achmad Syalabi Ichsan/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Jamaah haji hanya diperbolehkan membawa barang yang sudah ditentukan. Foto: Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat
Jamaah haji hanya diperbolehkan membawa barang yang sudah ditentukan. Foto: Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat

IHRAM.CO.ID,MADINAH — Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat menegaskan, barang yang disita oleh petugas tidak akan dipulangkan atau dikembalikan kepada jamaah. Menurut Arsad, jamaah hanya diperbolehkan membawa barang dengan jenis dan berat yang sudah ditentukan.  

 

Terkait

Baca Juga

“Kita tidak  memberikan atau memfasilitasi untuk kirimkan barang bahwa jamaah hanya diperkenankan item a,b, dan c ketika terkena sweeping di bandara, kami dari pihak PPIH Arab Saudi juga tidak bisa mengirimkannya ke Tanah Air,”jelas Arsad di Kantor Daker Madinah, Madinah, Arab Saudi, Selasa (2/8/2022). 

Berdasarkan regulasi penerbangan yang berlaku, setiap jamaah hanya mendapatkan jatah  satu koper bagasi seberat 32 kilogram, satu tas bawaan kabin seberat 7 kilogram dan satu tas paspor.   Selain itu, ada beberapa jenis barang yang dilarang untuk dibawa jamaah saat penerbangan diantaranya yakni air zamzam. “Itu sudah jadi keputusan lama tidak kirimkan barcer. Tolong pastikan barang sudah dibeli bisa diangkut ke pesawat dengan ketentuan yang ada,”jelas dia. 

Arsad mengimbau agar oleh-oleh yang dibeli jamaah dibawa sesuai dengan ketentuan yang ada. Apabila berat koper bagasi sudah melewati ambang batas, dia menyarankan agar jamaah mengirimkannya lewat jasa ekspedisi yang tersedia di Arab Saudi. 

Menurut Arsad,  sebagian jamaah membawa tas untuk masker dan alat kesehatan untuk kebutuhan selama di Arab Saudi.  Sayangnya, ujar Arsad, mereka membawa kembali tas tersebut dengan disii berbagai barang lainnya dengan berat yang sudah melewati batas.

“Itu pasti kena razia, kenapa sweeping petugas maskapai. Kita tidak inginkan di bandara ada insiden permasalahan gara-gara hal itu,”jelas dia.  

Dia mengungkapkan, sosialisasi sudah dilakukan kepada seluruh petugas, baik di daker, sektor maupun ketua kloter agar tidak ada barang selain koper bagasi, tas bawaan kabin dan tas paspor. Sosialisasi tersebut penting dilakukan demi keselamatan penerbangan. Apalagi, ujar Arsad, cuaca di Madinah masih amat panas sehingga dilakukan penambahan jam penerbangan malam hari. 

Seperti diberitakan sebelumnya, suhu menjadi salah satu elemen yang mempengaruhi Maximum Takeoff Weight (MTOW) alias berat lepas landas maksimum dimana pilot diizinkan untuk lepas landas karena batasan struktural atau lainnya. 

Selain pemilihan penerbangan malam hari, sebagian koper jamaah juga harus dikurangi dan diterbangkan oleh maskapai selanjutnya.

 “Bahkan ada sebagian koper karena untuk keselamatan dikurangi diterbangkan oleh maskapai setelahnya. Ini pun dalam rangka keselamatan.  Prioritas kita tetap masalah keselamatan penerbangan,”tegas dia. 

Ketua Seksi Pelayanan Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah (Yanpul) Daker Bandara Edayanti Dasril menjelaskan, banyak barang bawaan jamaah yang melebihi kapasitas sehingga harus disita oleh petugas bandara. Diantara barang-barang tersebut yakni gantungan baju, colokan listrik, ember, sendok, piring,  baju, sandal jepit hingga tas yang seharusnya tidak dibawa. 

Dia menjelaskan,  barang-barang yang tidak perlu tersebut tidak akan dipulangkan ke jamaah di Tanah Air. Menurut dia, pihaknya mempersilakan kepada mereka  yang membutuhkan untuk mengambilnya. 

“Kadang petugas yang bersih-bersih mengambil kebanyakan juga buah. Roti-roti dari hotel juga banyak dibawa. Kita persilakan untuk mereka yang membutuhkan untuk diambil. Sisanya berupa sampah dimasukkan ke dalam tempat sampah yang diurus oleh pihak tertentu di bandara,”jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini