Arab Saudi Kirim Pesawat Berisi Makanan untuk Korban Banjir Sudan

Kamis , 25 Aug 2022, 07:50 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Kerusakan terlihat setelah hujan deras di desa Aboud di distrik El-Manaqil di Provinsi Al-Jazirah, Sudan pada 22 Agustus 2022. PBB memperkirakan lebih dari 100.000 orang telah terkena dampak banjir di Sudan timur dan Kordofan. negara bagian. Musim hujan di Sudan biasanya berlangsung hingga September, dengan puncak banjir sebelum itu.
Kerusakan terlihat setelah hujan deras di desa Aboud di distrik El-Manaqil di Provinsi Al-Jazirah, Sudan pada 22 Agustus 2022. PBB memperkirakan lebih dari 100.000 orang telah terkena dampak banjir di Sudan timur dan Kordofan. negara bagian. Musim hujan di Sudan biasanya berlangsung hingga September, dengan puncak banjir sebelum itu.

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Pusat Bantuan dan Pertolongan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) mengirim dua pesawat menuju Sudan. Di dalamnya, berisi bantuan makanan dan tempat tinggal kepada korban yang dilanda banjir. 

 

Terkait

Laporan dari Saudi Press Agency menyebut bantuan yang dikirim ini berada di bawah arahan Raja Salman bin Abdulaziz. “Bantuan itu termasuk makanan dan tempat tinggal dengan berat lebih dari 100 ton,” kata Supervisor Jenderal KSrelief, Abdullah al-Rabeeah, dikutip di Al-Arabiya, Rabu (24/8/2022). 

Baca Juga

Selain itu, tim khusus dari KSrelief juga akan mendampingi pengiriman untuk mengawasi proses distribusi. Seorang koresponden menyebut Bandara Khartoum menjadi salah satu lokasi yang menerima bantuan tersebut. 

"Kami berterima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota atas bantuan yang diberikan kepada mereka yang terkena dampak banjir. Bantuan itu merupakan salah satu jembatan dalam rangka mengkonsolidasikan hubungan antara rakyat Sudan dan Saudi,” kata Menteri Pembangunan Sosial Sudan. 

Salah satu tetangga Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), juga dikabarkan mengirim bantuan ke Sudan senilai 6,8 juta dolar AS. Bantuan ini dikirimkan atas perintah dari Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed. 

Lebih dari 75 orang dilaporkan tewas, serta lebih dari 12 ribu rumah hancur. Seorang pejabat senior Sudan menyebut sedikitnya 20 ribu rumah lainnya rusak akibat hujan dan banjir musiman di negara tersebut.

Rekaman gambar drone dari Provinsi al-Jazirah menunjukkan sebuah desa dan daerah sekitarnya sebagian terendam air banjir.

Juru bicara Dewan Nasional Pertahanan Sipil Sudan, Brigjen Abdul-Jalil Abdul-Rahim, menyebut korban tewas sejak musim hujan dimulai pada Mei telah mencapai 77 orang.

"Provinsi yang paling terkena dampak atas bencana alam ini antara lain al-Jazirah, Kordofan Utara, Kordofan Selatan, Darfur Selatan, dan Sungai Nil," ujarnya.  

 

Sumber: alarabiya  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini