Sabtu 27 Aug 2022 16:09 WIB

Studi: Sebagian Besar Dunia akan Hadapi Panas Ekstrem pada 2100

Panas ekstrem berkontribusi pada penyakit kronis.

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah
Dua orang penghuni berbincang di jendela rumahnya di perkampungan nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (31/7/2021). Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan wilayah Jakarta bagian Utara akan tenggelam akibat faktor perubahan iklim, eksploitasi air tanah hingga kenaikan permukaan laut karena pencairan lapisan es akibat pemanasan global. Studi: Sebagian Besar Dunia akan Hadapi Panas Ekstrem pada 2100
Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Dua orang penghuni berbincang di jendela rumahnya di perkampungan nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (31/7/2021). Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan wilayah Jakarta bagian Utara akan tenggelam akibat faktor perubahan iklim, eksploitasi air tanah hingga kenaikan permukaan laut karena pencairan lapisan es akibat pemanasan global. Studi: Sebagian Besar Dunia akan Hadapi Panas Ekstrem pada 2100

IHRAM.CO.ID, ANKARA -- Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan di Communications Earth and Environment pada Kamis (25/8/2022), sebagian besar dunia akan berada dalam kondisi panas ekstrem pada 2100.

Perkiraan menunjukkan daerah tropis dan subtropis, termasuk anak benua India, sebagian besar Semenanjung Arab dan sub-Sahara Afrika, akan mengalami suhu panas yang berbahaya hampir setiap hari sepanjang tahun pada akhir abad ini.

Baca Juga

Dilansir Anadolu Agency, Jumat (26/8/2022) studi tersebut menegaskan, ini mungkin terjadi bahkan jika kita entah bagaimana berhasil membatasi pemanasan global hingga 2 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.

Dikatakan daerah garis lintang tengah di seluruh dunia akan, setidaknya, mengalami gelombang panas yang intens setiap tahun. Di kota Chicago AS, misalnya, para peneliti memperkirakan peningkatan 16 kali lipat gelombang panas berbahaya pada akhir abad ini.

Penelitian tersebut menjelaskan panas ekstrem berkontribusi pada penyakit kronis dan dikaitkan dengan hilangnya waktu kerja di luar ruangan secara teratur dan memiliki potensi untuk mengancam kelayakhunian petak besar permukaan bumi jika emisi gas rumah kaca tidak dibatasi.

Paling rentan terhadap masalah kesehatan parah yang disebabkan oleh panas yang ekstrem adalah orang tua, orang miskin, dan pekerja luar ruangan. “Tanpa langkah-langkah adaptasi, ini akan sangat meningkatkan kejadian penyakit terkait panas dan mengurangi kapasitas kerja di luar ruangan di banyak daerah di mana pertanian subsisten penting,” jelas studi tersebut.

https://www.aa.com.tr/en/environment/most-parts-of-world-will-face-extreme-heat-by-2100-study/2670146

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement