Kamis 08 Sep 2022 09:36 WIB

Aturan Visa Umroh Arab Saudi Berubah, Operator Bahrain Khawatir Kehilangan Jamaah

Arab Saudi mengizinkan peziarah dengan visa turis dan komersial melaksanakan umroh.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah haji melakukan Tawaf Perpisahan di sekitar Kabah di Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, 11 Juli 2022. Operator Umroh Bahrain Khawatir Perubahan Aturan Visa Arab Saudi
Foto: EPA-EFE/ASHRAF AMRA
Jamaah haji melakukan Tawaf Perpisahan di sekitar Kabah di Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, 11 Juli 2022. Operator Umroh Bahrain Khawatir Perubahan Aturan Visa Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, MANAMA -- Ratusan ribu jamaah asal Bahrain yang melakukan umroh menjadi segmen bisnis substansial bagi agen perjalanan. Namun, keputusan baru yang dibuat oleh otoritas Kerajaan Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran baru bagi mereka.

Perkembangan tersebut terjadi mengingat Kementerian Haji dan Umroh Saudi mengumumkan aturan terbaru. Bagi siapapun yang memperoleh visa turis dan visa komersial, kini diizinkan melakukan umroh selama mereka tinggal di Arab Saudi.

Baca Juga

Arab Saudi diketahui telah membuka batasannya, setelah ancaman Covid-19 cenderung mereda. Agen perjalanan pun mulai menuai keuntungan dengan mengirimkan banyak paket ke Saudi termasuk paket umroh khusus. Tapi dengan norma baru yang ada, dikhawatirkan dapat membahayakan bisnis mereka.

Dilansir di News of Bahrain, Kamis (8/9/2022), seorang agen perjalanan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, perubahan aturan tersebut akan berdampak buruk pada bisnis karena para peziarah akan memilih rute visa turis.

 

“Hingga saat ini, kami memiliki pelanggan tetap yang mendatangi kami untuk keperluan terkait perjalanan umroh. Tetapi perubahan aturan bisa menyebabkan tidak banyak orang yang mengetuk pintu kami. Kami khawatir kehilangan pelanggan yang sudah ada, bersamaan dengan pelanggan potensial," ujar dia.

Agen lainnya, yang juga tidak mau disebutkan namanya menyebut perubahan tersebut tentu saja merugikan bisnisnya. Di sisi lain, pihaknya tetap ingin para peziarah bisa bepergian dengan mudah. Karena itu, mereka fokus pada layanan perjalanan holistik, yang mencakup visa, makanan, asuransi kesehatan, transportasi dan penginapan.

“Kami memohon kepada otoritas Arab Saudi untuk memahami kekhawatiran kami dan mendukung kami dengan solusi yang memadai, yang akan menguntungkan para peziarah dan industri pariwisata,” katanya.

Adapun peraturan perjalanan baru ini baru dapat diakses oleh 49 warga negara yang berbeda. Keputusan tersebut diambil oleh otoritas Saudi dengan tujuan memfasilitasi sebanyak mungkin orang yang ingin melakukan umroh.

Mereka yang berminat dapat memperoleh visa secara daring, melalui portal Visit Saudi Arabia atau menerima visa pada saat kedatangan di bandara Saudi.

Bagi warga negara lain yang ingin melakukan umrah dari negara-negara yang belum terdaftar, harus mengajukan permohonan visa di kedutaan Kerajaan di negara masing-masing. Untuk melaksanakan umroh, Saudi mewajibkan ada jaminan kesehatan yang komprehensif. Hal ini meliputi pertanggungan biaya pengobatan infeksi Covid-19, kecelakaan yang mengakibatkan kematian atau cacat, ketersediaan biaya karena penundaan atau pembatalan penerbangan, dan hal-hal lainnya.

Ibadah umroh adalah ziarah Islam ke Makkah yang dapat dilakukan setiap saat sepanjang tahun. Hal ini berbeda dengan haji, yang memiliki tanggal tertentu menurut kalender lunar Islam. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement