Pangeran MBS akan Langsung Awasi Dua Masjid Suci Setelah Jadi Perdana Menteri Arab Saudi

Kamis , 29 Sep 2022, 18:00 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Hafil
Pangeran MBS akan Langsung Awasi Dua Masjid Suci Setelah Jadi Perdana Menteri Arab Saudi. Foto:   Karikatur Muhammad bin Salman
Pangeran MBS akan Langsung Awasi Dua Masjid Suci Setelah Jadi Perdana Menteri Arab Saudi. Foto: Karikatur Muhammad bin Salman

IHRAM.CO.ID,RIYADH–Raja Salman telah mengangkat Putra Mahkota Muhammad Bin Salman sebagai Perdana Menteri Arab Saudi. Sesuai deskripsi pekerjaan Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, ia akan menjadi penanggung jawab untuk mengawasi masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

 

Terkait

Baca Juga

Dilansir dari The Islamic Information, Rabu (28/9/2022), Pangeran Khalid sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan dan kemudian sebagai Menteri Pertahanan. Tapi keputusan tersebut menyatakan bahwa Raja Salman akan terus memimpin rapat kabinet. Sebagai bagian dari perombakan juga, Yousef bin Abdullah Al-Bunyan, CEO perusahaan manufaktur kimia Saudi SABIC, diangkat menjadi menteri pendidikan.

Langkah penting dalam konsolidasi kekuatan yang cepat adalah penunjukan Pangeran Mohammed sebagai Menteri Pertahanan pada tahun 2015.

Dia telah mengawasi kegiatan militer Arab Saudi di Yaman selama masa jabatannya, di mana Riyadh memimpin koalisi yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional dalam perangnya melawan pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran.

Selain itu, ia telah menjadi wajah publik dari Visi 2030, sebuah agenda reformasi yang komprehensif.

Pada Selasa (27/9/2022) kantor berita SPA melaporkan, reshuffle yang diumumkan lewat dekret kerajaan ini mempertahankan Pangeran Abdulaziz bin Salman sebagai menteri energi.

Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Keuangan Mohammed al-Jadaan dan Menteri Investasi Khalid al Falih juga mempertahankan posisinya.

MBS mengubah Arab Saudi dengan drastis sejak ia mulai berkuasa 2017 lalu. Ia memimpin upaya diversifikasi ekonomi untuk keluar dari ketergantungan pada minyak, mengizinkan perempuan mengendarai mobil dan membatasi kekuasaan ulama.