Menelusuri Jejak Sejarah Masjid Sultan Singapura

Selasa , 04 Oct 2022, 19:44 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Masjid Sultan di Singapura.
Masjid Sultan di Singapura.

Kuliner halal

 

Terkait

Selain masjidnya yang menarik untuk dibahas dari segi sejarahnya, di area komplek Masjid Sultan ini juga tampak ornamen-ornamen bangunan yang merepresentasikan peninggalan zaman terdahulu. Hal itu terlihat dari desain bangunan tampak depan yang melambangkan kokohnya sejarah Kampong Gelam.

Bangunan-bangunan yang dimanfaatkan untuk tempat bersantai dan beristirahat ini dipenuhi stan berbagai makanan mulai dari menu Timur Tengah, Eropa, hingga Melaju, bahkan masakan Indonesia juga tersedia di sini.

Salah satu yang menarik perhatian adalah adanya sebuah kedai pizza dengan label halal yang berada sekitar 200 meter dari Masjid Sultan. Positano Risto menjadi makanan Italia halal satu-satunya di area kompleks Masjid Sultan.

Menyediakan berbagai macam menu Pizza yang layak untuk dicoba setelah menelusuri megahnya area kompleks Masjid Sultan. Pilihan menu yang cukup lengkap mulai dari makanan pembuka, hingga makanan penutup bernuansa Italia disajikan dengan cita rasa yang menggugah selera.

Pada kesempatan ini, rekomendasi yang diberikan oleh pelayan restoran adalah Pizza Spicy Chicken dengan lambang cabai di buku panduan menunya yang mengartikan akan rasa pedas dalam sajian Pizza tersebut..

"Saya menyarankan untuk mencoba Spicy Chicken, biasanya orang-orang Indonesia yang datang ke sini pesan ini karena mereka senang dengan pedas," ucap pelayan tersebut sembari menunjuk menu makanan.

Tidak banyak tanya, ANTARA yang berkesempatan untuk mengeksplor Singapura langsung bergegas memesan sesuai dengan arahan yang direkomendasikan oleh sang pramusaji dari restoran tersebut.

Tidak menunggu waktu lama, loyang tempat terjadinya pesanan pun datang dengan pizza yang memiliki berbagai warna di atasnya. Toping-toping seperti paprika, jamur dan ayam, daun bawang dan seledri juga terhampar di atas makan khas Italia tersebut.

Rasa yang cukup lezat terasa mulai dari gigitan pertama, keadaan perut yang belum terisi juga membuat nafsu selera makan menjadi meningkat. Boleh dibilang rasa makanan yang tidak terlalu murah ini memberikan kesan yang baik untuk pelanggannya.

Tidak hanya makanan khas Italia yang membuat orang menjadi penasaran untuk berkunjung, makanan Timur-Tengah juga tersedia banyak di area ini. Contoh saja Restaurant Zam-zam yang menyediakan Kebab, Nasi Mandhi, Briyani juga sangat ramai dikunjungi para wisatawan.

Bagaimana tidak, restoran yang berada di belakang area Masjid ini menyediakan daging rusa sebagai toping dari makanan yang membuat orang menjadi penasaran dengan menu tersebut.

Kondisi yang terus ramai membuat para pegawai restoran sangat sibuk melayani para pembeli yang terlihat dari berbagai negara yang memang sengaja untuk datang dan merasakan nikmatnya sajian yang dikeluarkan oleh restoran ini.

"Saya memang penasaran dengan restoran ini yang menyajikan daging rusa," kata turis asal Indonesia, Iqbal, usai menjalankan shalat Jumat di Masjid Sultan.

Memang, kaummuslimtidak perlu lagi khawatir keliru untuk makan di sini karena semua makanan di kompleks masjid ini sudah memiliki label halal.

"Untuk mencari makanan yang halal di sini (area kompleks Masjid Sultan) sangat mudah. Jadi kamu tidak perlu khawatir untuk masalah itu," kata seorang juru masak dari Restaurant Tabbouleh, Don, kepada ANTARA.

Berbagai macam kebudayaan yang masuk ke Singapura menjadikan negara ini banyak mengadopsi kebudayaan dari negara-negara tertentu, dan tentu saja kulinernyajuga beragam sehingga menarik untuk dieksplorpara wisatawan.

Jadi, berwisata ke Singapura tidak melulu menghabiskan waktu untuk berbelanja tapi juga bisa singgah di berbagai destinasi, termasuk ke Masjid Sultan bagi para muslim. Untuk lebih lanjut, para pelancong bisa mengunjungi website resmi dari Singapura Tourism Board (Visit Singapore) jika ingin mengetahui tempat bersejarah dan destinasi wisata lainnya di Singapura.