Temuan Peradaban Islam yang Mengubah Dunia

Rabu , 05 Oct 2022, 21:21 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Kopi (ilustrasi)
Kopi (ilustrasi)

Kopi

 

Terkait

Setiap harinya sekitar 1,6 miliar cangkir kopi dikonsumsi orang di berbagai penjuru dunia. Namun, tak banyak yang tahu bahwa penemu jenis minuman yang satu ini adalah seorang Muslim.

Dalam catatan sejarah, pada tahun 1400 M, kopi telah menjadi minuman yang sangat digemari di Yaman, tepatnya di Semenanjung Arab bagian utara. Berdasarkan cerita rakyat, asal usul kopi bermula ketika seorang penggembala Muslim melihat kambingnya tiba-tiba lebih semangat setelah memakan biji dari salah satu pohon tertentu.

Melihat hal itu, si penggembala pun mencoba untuk mencicipi biji yang dianggap memberikan tambahan energi itu. Seiring berjalannya waktu, tradisi meracik kopi dengan menyangrai dan menyeduhnya ke dalam air panas pun dikembangkan hingga terciptalah minuman yang bercita rasa khas yang berkhasiat menambah energi.

Bermula dari Yaman, kopi terus menyebar hingga ke seluruh wilayah kekuasaan Kesultanan Turki Usmani yang menjadi kerajaan Islam terbesar pada abad ke-15. Pada masa itu, kedai-kedai kopi menjadi tempat spesial bagi banyak orang untuk berkumpul dan mendiskusikan berbagai hal. Kedai-kedai kopi itu hadir di kota-kota besar pemerintahan Islam, seperti Kairo, Istanbul, Damaskus, dan Baghdad. Dari kawasan-kawasan Islam itu, kopi pun menyebar hingga ke Eropa melalui para pedagang asal Venesia.  

 

Saat pertama kali muncul di Eropa, kopi sempat dikecam otoritas Katolik. Mereka menyebut kopi sebagai ''minuman orang Muslim''.  Namun, seiring bergulirnya waktu, kopi pun menjadi bagian dari budaya Eropa. Pada tahun 1600 M, kedai-kedai kopi pun mulai menjamur di Eropa.