Kamis 13 Oct 2022 13:45 WIB

Qatar Kutuk Keras Penyerbuan Pemukim Israel Terhadap Masjid Al-Aqsa

Qatar menganggap hal ini sebagai pelanggaran mencolok.

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Agung Sasongko
Petugas polisi Israel mengawal sekelompok pria Yahudi untuk mengunjungi Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Suaka Mulia, di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, selama ritual berkabung tahunan Tisha BAv (kesembilan of Av) hari puasa dan hari peringatan, memperingati penghancuran kuil kuno Yerusalem, Ahad, 7 Agustus 2022.
Foto: AP/Mahmoud Illean
Petugas polisi Israel mengawal sekelompok pria Yahudi untuk mengunjungi Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Suaka Mulia, di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, selama ritual berkabung tahunan Tisha BAv (kesembilan of Av) hari puasa dan hari peringatan, memperingati penghancuran kuil kuno Yerusalem, Ahad, 7 Agustus 2022.

IHRAM.CO.ID,DOHA -- Negara Qatar menyatakan mengutuk keras penyerbuan oleh ratusan pemukim ke Masjid Al-Aqsa yang diberkati. Mereka dilaporkan melakukan ritual Talmud di bawah perlindungan polisi pendudukan Israel.

Qatar menganggap hal ini sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan provokasi terhadap perasaan Muslim di seluruh dunia. Hal-hal ini disampaikan dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar.

Baca Juga

Dilansir di The Peninsula Qatar, Kamis (13/10), pernyataan itu juga berisi peringatan berlanjutnya pelanggaran serius dan praktik provokatif di halaman Masjid Al-Aqsha jelas mengungkapkan keinginan pendudukan untuk mengarahkan konflik ke dalam perang agama.

Tak hanya itu, Qatar lantas menekankan perlunya masyarakat internasional untuk memikul moral dan tanggung jawab hukum, terhadap Yerusalem dan tempat-tempat sucinya.

Kementerian menegaskan kembali posisi tegas Negara Qatar pada keadilan perjuangan Palestina, hak-hak sah rakyat Palestina bersaudara, serta pembentukan negara merdeka mereka di perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Dalam laporan lain disebutkan anggota parlemen sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir bersama dengan puluhan ekstremis Israel, menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa. Aksi ini dilakukan di bawah perlindungan otoritas Israel, selama dua hari berturut-turut sejak Selasa (11/10) lalu.

Saksi lokal mengatakan kepada kantor berita Wafa bahwa puluhan pemukim, yang dipimpin oleh Ben-Gvir, menyerbu situs suci Islam, melakukan tur provokatif dan melakukan ritual Talmud, dalam perayaan hari raya Yahudi Sukkot.

Hal tersebut terjadi sehari setelah penulis Kanada yang kontroversial dan psikolog klinis, Jordan Peterson, bergabung dengan lebih dari 1032 pemukim menyerbu kompleks masjid Al-Aqsa, ketika tentara Israel mencegah jamaah Muslim Palestina masuk.

Departemen Wakaf Islam di kota yang diduduki Yerusalem mengeluarkan peringatan, bahaya yang timbul dari eskalasi pelanggaran oleh otoritas pendudukan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha yang diberkati, terutama selama periode hari libur Yahudi.

Penyerbuan besar-besaran hari ini ke Masjid Al-Aqsa terjadi pada hari ketiga Sukkot, sebagai tanggapan atas seruan yang dikeluarkan oleh asosiasi kuil pemukiman Israel. Liburan ini akan berlanjut hingga 17 Oktober.

Kelompok ekstrimis Yahudi berupaya memobilisasi pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa dalam bentuk kelompok besar. Kelompok ekstrimis Kuil bahkan menuntut agar massa yang datang membaca Taurat dengan keras di dalam Al-Aqsa, setelah beberapa teks diedarkan kepada mereka. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement