Selasa 25 Oct 2022 20:17 WIB

Masjid Ahmad Kadyrov, Jantungnya Chechnya

Masjid ini secara resmi dibuka untuk umum pada 16 Oktober 2008.

Masjid Ahmad Kadyrov, Chechnya
Foto: Wikipedia
Masjid Ahmad Kadyrov, Chechnya

IHRAM.CO.ID, Pamornya sangat mentereng di Eropa. Ia adalah Masjid Ahmad Kadyrov. Masjid ini berada di pusat ibu kota Chechnya, tepatnya di alun-alun Kota Grozny. Masjid tersebut memiliki daya tampung hingga 10 ribu jamaah. Di Eropa, masjid yang dijuluki sebagai “Heart of Chechnya” ini telah mengukuhkan diri sebagai masjid terbesar yang ada di Benua Biru.

Masjid ini secara resmi dibuka untuk umum pada 16 Oktober 2008. Peresmian masjid itu dilakukan oleh pemimpin negara tersebut, Ramzan Kadyrov. Ia adalah putra dari Ahmad Kadyrov—mufti sekaligus presiden Chechnya yang telah diabadikan namanya sebagai nama masjid megah ini. Kala itu, hadir juga pada acara peresmian masjid, yakni Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin.

Baca Juga

Masjid tersebut memiliki luas 5.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 14 hektare. Daya pikat masjid ini langsung tampak jelas dari sisi eksteriornya. Bentuk kubah dan menaranya mengadopsi pada bentuk Masjid Biru yang ada di Istanbul, Turki. Perbedaan masjid ini hanya terdapat pada ukuran dan jumlah menaranya saja.

Masjid Biru

 

Di Masjid Ahmad Kadyrov ini jumlah menaranya hanya ada empat atau dua menara lebih sedikit dari jumlah menara di Masjid Biru. Letaknya menyatu dengan empat sisi bangunan masjid. Dari bentuk menara tersebut, terlihat begitu jelas adanya pengaruh arsitek Mimar Sinan. Ia adalah arsitek yang paling berpengaruh dalam perancangan sejumlah masjid pada masa kekaisaran Turki Usmani (Ottoman).

Bagian dasar menara mempunyai bentuk kotak. Setelah itu, dipadukan dengan bentuk silinder yang ramping. Pada bagian atas minaret, dihadirkan bentuk kerucut seperti pensil. Di antara bentuk ruang yang silinder tadi, hadir juga tiga balkon kecil. Model minaret semacam ini tersaji pula di Masjid Biru Istanbul.

Menara tertinggi yang ada di Masjid Ahmad Kadyrov adalah 62 meter. Tinggi menara masjid ini telah membuatnya sebagai bangunan menara tertinggi di daratan Rusia. Lalu, untuk bentuk kubahnya, berupa bulatan setengah lingkaran. Penyajiannya ditampilkan secara bertumpuk dengan dikelilingi beberapa kubah berukuran yang lebih kecil. Kubah utamanya memiliki diameter mencapai 15,5 meter dengan letak ketinggian sekitar 23 meter dari permukaan dasar.

Adopsi bentuk kubah dan menara dari Masjid Biru ini ternyata dipengaruhi dengan adanya keterlibatan tenaga ahli yang didatangkan langsung dari Turki. Adopsi dari masjid Biru juga tampak hampir di setiap sudut dan tempat. Permainan bentuk lengkungan di tampilan fasad masjid menjadi ciri lainnya dari Masjid Biru yang menyisip di Masjid Ahmad Kadyrov.

Permainan bentuk lengkungan dengan ujungnya yang meruncing itu juga tersaji apik di bagian selasar masjid. Untuk lebih mempercantiknya, dihadirkan pula ornamen seni yang membentuk simetris. Ornamen itu ditimpali dengan racikan warna biru yang cerah serta warna yang selaras dengan warna lantai yang dilapisi oleh material marmer.

sumber : Republika
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement