Ahad 30 Oct 2022 19:40 WIB

Gaya Hidup Hedon Karena Kurang Pemahaman Agama

Mereka yang senang tampil bermewah-mewahan tak memahami filosofi dari ibadah puasa.

Gaya Hidup Hedon (Ilustrasi)
Foto: Mid-day.com
Gaya Hidup Hedon (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, Masih banyak pejabat negara yang terang-terangan mem perlihatkan gaya hidup hedon dan bermewah-mewahan. Sebaliknya, hanya segelintir pejabat negara yang tampil sederhana kendatipun memiliki banyak harta (low profile).

Mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengatakan, gaya hidup mewah pejabat negara dapat menyuburkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Baca Juga

Ia mengatakan, dari 1300-an orang yang ditangkap KPK, sebanyak 86 persen adalah orang-orang berpendidikan tinggi, tetapi memiliki gaya hidup hedon. Karena gaya hidup hedon tersebut, banyak pejabat negara yang melakukan korupsi.

Selain itu, menurut dia, gaya hidup glamor pejabat negara yang jauh dari kesederhanaan dapat meningkatkan beban pengeluaran negara, bahkan membuat kerugian dan menambah utang negara.

Abdullah pun memotret gaya hidup mewah yang dipertontonkan sejumlah pejabat negara dalam beberapa kasus yang terjadi belakangan ini, seperti memiliki mobil dinas mewah dan mobil pribadi yang harganya miliaran rupiah, menggelar pesta pernikahan atau ulang tahun secara mewah, serta mengendarai jet dan helikopter untuk keperluan pribadi dan lainnya.

Menurutnya, pejabat negara yang kerap menampilkan gaya hidup hedon disebabkan kurangnya pemahaman agama. Mereka yang senang tampil bermewah-mewahan tak memahami filosofi dari ibadah puasa yang salah satu tujuannya untuk melahirkan sikap peduli terhadap kaum dhuafa. Selain itu, gaya hidup hedon disebabkan hasrat yang tinggi atau tergila- gila untuk mengejar status sosial di mata publik.

"Mereka malu kalau tinggal di kampung dan naik kendaraan umum atau hanya mobil sederhana. Mereka merasa harus tinggal di daerah elite, mereka juga merasa harus mengendarai mobil mewah," kata Abdullah Hehamahua kepada Republika, beberapa hari lalu.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement