Sultan Syarif Usman, Peletak Fondasi Masjid

Selasa , 15 Nov 2022, 20:45 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Sebuah kapal wisata melintas di Masjid Sultan Syarif Abdurrahman saat senja di Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (29/4/2021). Wisata menikmati pemandangan senja hingga malam di Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata di Pontianak.
Sebuah kapal wisata melintas di Masjid Sultan Syarif Abdurrahman saat senja di Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (29/4/2021). Wisata menikmati pemandangan senja hingga malam di Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata di Pontianak.

IHRAM.CO.ID, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie adalah pendiri masjid sekaligus pendiri Kota Pontianak. Ia adalah putra dari Habib Husein Alkadrie, penyebar agama Islam berdarah Arab. Habib Husein datang ke Kerajaan Matan (kini Kabupaten Ketapang) pada 1733 M dan menikah dengan putri Raja Matan, Sultan Kamaludin, bernama Nyai Tua. Dari pernikahan itu, lahirlah Syarif Abdurrahman Alkadrie yang meneruskan jejak ayahnya menyiarkan agama Islam.

 

Terkait

Pada 1770 M, Habib Husein Alkadri wafat di Kerajaan Mempawah. Tiga bulan kemudian, putranya, Syarif Abdurrahman, bersama saudara-saudaranya sepakat untuk meninggalkan Kerajaan Mempawah dan mencari daerah permukiman baru.

Baca Juga

Menyusuri Sungai Kapuas, rombongan itu terdiri atas 14 perahu. Pada 23 Oktober 1771 M, rombongan itu menemukan lokasi yang sesuai di delta Sungai Kapuas Kecil, Sungai Landak, dan Sungai Kapuas. Setelah delapan hari bekerja menebas hutan, rombongan ini lalu mendirikan tempat tinggal dan sebuah surau. Surau itu beratap rumbia dan konstruksinya dari kayu.

Pada 1808 M, Sultan Syarif Abdurrahman wafat. Ia memiliki putra bernama Syarif Usman. Saat ayahnya wafat, Syarif Usman masih kanak-kanak sehingga belum bisa meneruskan pemerintahan almarhum ayahnya.

Karena itu, untuk sementara, pemerintahan dipegang adik Syarif Abdurrahman bernama Syarif Kasim. Setelah Syarif Usman dewasa, dia pun menggantikan sang paman sebagai sultan Pontianak pada 1822-1855 M.

Pada masa pemerintahan Syarif Usman (sultan ketiga Kesultanan Pontianak) inilah, surau sederhana itu dibangun menjadi masjid. Dia tercatat sebagai sultan yang pertama kali meletakkan fondasi bangunan masjid, yakni pada sekitar 1821 M. Dia pula yang menamai masjid itu Masjid Sultan Syarif Abdurrahman sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa ayahandanya.

Bukti bahwa masjid tersebut dibangun oleh Sultan Syarif Usman dapat dilihat pada ukiran huruf Arab yang terdapat di atas mimbar masjid. Pada ukiran itu diterangkan, Masjid Jami‘ Sultan Syarif Abdurrahman dibangun oleh Sultan Syarif Usman pada hari Selasa bulan Muharam 1237 Hijriah. Berbagai penyempurnaan bangunan masjid terus dilaku kan oleh sultan-sultan berikutnya hingga bentuknya seperti sekarang ini. ¦

sumber : Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini