Arab Saudi Tertarik Tanam Investasi di Sumbar

Rabu , 23 Nov 2022, 21:02 WIB Reporter :Febrian Fachri/ Redaktur : Muhammad Hafil
Arab Saudi Tertarik Tanam Investasi di Sumbar. Foto:   Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al Thaqaf memberikan sambutan pada acara pemberian bantuan pangan pokok di Kedubes Arab Saudi, Jakarta, Rabu (30/3/2022). Baznas menerima penyaluran bantuan dari King Salman Humanitarian  Aid and Relief Center (KSRelief) berupa bahan pangan pokok untuk pemenuhan gizi masyarakat masyarakat kurang mampu saat bulan suci Ramadhan. Republika/Putra M. Akbar
Arab Saudi Tertarik Tanam Investasi di Sumbar. Foto: Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al Thaqaf memberikan sambutan pada acara pemberian bantuan pangan pokok di Kedubes Arab Saudi, Jakarta, Rabu (30/3/2022). Baznas menerima penyaluran bantuan dari King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) berupa bahan pangan pokok untuk pemenuhan gizi masyarakat masyarakat kurang mampu saat bulan suci Ramadhan. Republika/Putra M. Akbar

IHRAM.CO.ID,PADANG--Kerajaan Arab Saudi tertarik menanamkan investasi di wilayah Sumatra Barat. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Esaam Bin Abed Al Taqaf, mengatakan selama ini negaranya banyak menjalin kerja sama dalam bentuk investasi dengan Indonesia masih di sekitaran DKI Jakarta. Menurut dia, kini Arab Saudi tertarik berinvestasi di wilayah lain di Indonesia di luar Jakarta. Salah satunya Sumatra Barat.

 

Terkait

"Selama ini, Pemerintah Arab Saudi baru melakukan kerja sama investasi dengan pemerintah Indonesia dan daerah di sekitar Jakarta saja. Sudah waktunya mungkin untuk mulai melirik daerah lain, dan atas kegigihan dan keterbukaan Gubernur Sumatera Barat terhadap peluang investasi maka Pemerintah Arab Saudi akan mencoba memulainya di Sumatra Barat," kata Syekh Essam, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga

Dubes Arab Saudi baru saja menyambut kedatangan Pemprov Sumbar di Kedutaan Kerajaan Arab Saudi di Jakarta kemarin, Selasa (22/11/2022).

Dalam pertemuan itu, Essam menyebut kedua daerah memiliki kultural agamis dan kultur masyarakat yang terbuka. Apalagi banyak ulama ulama besar Minangkabau yang bermukim dan menjadi warga Arab Saudi hingga ke anak cucunya hingga sekarang.

Essam menjelaskan saat ini dunia usaha Arab Saudi sedang menggandrungi bisnis di sektor pertanian dan peternakan. Sumatera Barat menurut dia juga sangat layak untuk dijadikan lokasi pembangunan refinery atau Unit Pengolahan Minyak Bumi karena dekat dengan jalur pelayaran mereka.

Sektor lain yang diminati diantaranya sektor energi terbarukan, perikanan, pariwisata dan pendidikan tinggi.

Untuk menindaklanjuti Kedutaan mengundang Pemprov Sumbar untuk ikut serta dalam business meeting yang akan digelar di Riyadh, Februari 2023 nanti.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyambut baik atas respon positif pihak Kerajaan Arab Saudi terhadap kerjasama yang ditawarkan Pemprov Sumbar.

Menurut Mahyeldi, investasi yang sudah siap saat ini adalah pembangunan refinery serta energi terbarukan.

"Sumbar siap menerima investasi dari luar dan siap bersinergi. Berharap komitmen dan sambutan baik dari Kedubes Kerajaan Saudi Arabia bisa diwujudkan tahun 2023 nanti," ujar Mahyeldi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini