Kamis 15 Dec 2022 22:36 WIB

Hampir 42 Ribu Orang Meninggal di Iran karena Polusi Udara

Teheran muncul sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Polusi udara di Teheran, Iran. Hampir 42 Ribu Orang Meninggal di Iran karena Polusi Udara
Polusi udara di Teheran, Iran. Hampir 42 Ribu Orang Meninggal di Iran karena Polusi Udara

IHRAM.CO.ID, TEHERAN -- Hampir 42 ribu orang meninggal dunia di Iran karena polusi udara pada 2021, menurut seorang anggota komite lingkungan di parlemen Iran. Dia juga mengkritik proposal baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan.

 

Baca Juga

"Lebih dari 41.700 orang meninggal di negara itu pada 2021 karena partikulat 2,5 mikron atau lebih kecil," kata anggota parlemen Somayeh Rafiei, dilansir dari Saudi Gazette, Kamis (15/12/2022).

 

 

Rafiei mengkritik proposal tersebut untuk mengurangi standar emisi pada beberapa kendaraan impor. Menurut Rafiei, biaya polusi udara ke negara itu lebih tinggi dari yang diharapkan.

 

Dia menunjukkan polusi udara di negara itu telah menyebabkan kerusakan tahunan sebesar 7-11 miliar dolar AS, sementara biaya tidak langsung belum dihitung. Rafiei juga menyinggung Dewan Menteri karena menerima proposal tersebut tanpa terlebih dahulu melalui prosedur resmi yang diperlukan, dengan mengatakan ini bertentangan dengan undang-undang udara bersih negara itu.

 

"Sejak 21 Maret, jumlah hari tidak sehat dalam hal indeks kualitas udara di Teheran telah berlipat ganda dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penduduk di Teheran memiliki dua hari dengan udara segar tahun ini, sementara orang-orang Isfahan, Karaj, Ahwaz, dan Arak hanya memiliki satu hari," catatnya.

Teheran dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia, dengan kualitas udara yang buruk memaksa penutupan sekolah dan bisnis.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement