Kamis 09 Feb 2023 05:30 WIB

Wapres Singgung Pengiriman Mahasiswa Saat Bertemu Wakil Grand Syekh Al-Azhar

Wapres mengapresiasi kehadiran wakil grand syekh Al Azhar.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Hafil
Wapres Singgung Pengiriman Mahasiswa Saat Bertemu Wakil Grand Syekh Al-Azhar . Foto: Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin dalam pembukaan Ijtima Ulama.
Foto: bpmi setwapres
Wapres Singgung Pengiriman Mahasiswa Saat Bertemu Wakil Grand Syekh Al-Azhar . Foto: Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin dalam pembukaan Ijtima Ulama.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima  Wakil Grand Syekh Al-Azhar Muhammad Abdurrahman Muhammad Duwainy usai membuka Muktamar Internasional I Fikih Peradaban di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Senin (06/02/2023). Dalam pertemuan itu, Kiai Ma'ruf mengapresiasi kehadiran Syekh Duwaini untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban sebagai rangkaian Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU).

Kiai Ma'ruf pun menyinggung hubungan Indonesia dan Mesir, salah satunya tujuan utama pelajar muslim Indonesia dalam melanjutkan pendidikan.

Baca Juga

"Mahasiswa dan pelajar untuk menuntut ilmu di Al Azhar, bahkan sekarang kurang lebih lebih dari 10.000 pelajar dan juga mahasiswa yang belajar di Mesir," kata Ma'ruf dalam siaran pers yang dibagikan Sekretariat Wapres, Senin (6/2/2023).

Saat ini, terdapat lebih dari 10.300 mahasiswa Indonesia di Mesir atau sekitar 76 persen dari total WNI di Mesir sebanyak 13.550 orang. Menurutnya, ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Mesir yang memberikan beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa Indonesia.

“Setiap tahun cenderung terjadi peningkatan penerima beasiswa, dan tahun ini lebih dari 170 mahasiswa Indonesia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Universitas Al-Azhar,” ujarnya

Untuk itu, Ma'ruf menegaskan, Pemerintah RI akan terus memperbaiki tata kelola pengiriman pelajar dan mahasiswa Indonesia ke Mesir. Ini untuk memastikan hak didik dan hak perlindungan mahasiswa dan pelajar Indonesia terpenuhi.

"Pemerintah, melalui Kementerian Agama selalu bahkan terus memperbaiki tata kelola dan pengiriman pelajar mahasiswa Indonesia di Mesir untuk memastikan bahwa mereka berhak untuk dididik dan juga mendapat perlindungan dan juga memenuhi khususnya kemampuan akademisnya, kemudian akhlaknya, kemudian juga kesehatannya dan kematangan emosional," ujarnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia ini juga mengapresiasi komitmen Al Azhar dalam penyebaran dakwah Islam moderat atau wasathiyah. Sebagai upaya mendukung penyebaran Islam wasathiyah,  yakni dengan mengirim 35 tenaga pengajar utusan atau mab'uts ke berbagai pesantren dan universitas di Indonesia.

Selain itu, tambahnya,  alumni Al Azhar di Indonesia juga memainkan peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai Islam Wasathiyah, di antaranya, Menteri Luar Negeri RI 1999-2001 Alwi Shihab, dan Gubernur NTB 2008-2018 TGB Muhammad Zainul Majdi.

Dalam kesempatan tersebut, sebagai upaya meningkatkan kerja sama di sektor pendidikan, Wapres menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Mesir yang ingin melanjutkan studi di Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), yang juga menerima mahasiswa asing, termasuk Mesir.

Menurutnya, Indonesia juga mempunyai universitas terkemuka yang menawarkan program internasional di bidang kedokteran, IT, bioteknologi, teknik industri, dan agrobisnis.

"Kami menyambut baik masyarakat Mesir yang ingin memperdalam pengetahuan mengenai budaya Indonesia dan saya senang juga yang saya dengar ada 1 600 warga Mesir belajar bahasa Indonesia di pusat kebudayaan Indonesia di Mesir. Saya berharap lebih banyak rakyat Indonesia di Mesir people to people contact antara kedua bangsa ini," katanya

Syekh Muhammad Duwainy menyampaikan rasa bangganya terhadap alumni Al-Azhar di Indonesia yang telah memainkan peran penting di negara ini. Terkait peningkatan manajemen pengiriman mahasiswa Indonesia ke Al Azhar, Syekh Duwaini menyambut baik hal tersebut.

“Selanjutnya, perlunya proses-proses  yang terjadi dalam pengiriman mahasiswa Indonesia ke Al Azhar dan dipastikan tidak ada   hambatan,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement