Selasa 21 Feb 2023 13:30 WIB

Pembangunan Mukaab di Riyadh oleh Arab Saudi Disebut Netizen Menyerupai Ka'bah

Mukaab adalah proyek gedung pencakar langit di Riyadh.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Mukaab, bangunan tinggi yang akan dibangun Arab Saudi di Riyadh. Oleh sebagian pihak bangunan ini disebut menyerupai Ka'bah.
Foto: Arab News
Mukaab, bangunan tinggi yang akan dibangun Arab Saudi di Riyadh. Oleh sebagian pihak bangunan ini disebut menyerupai Ka'bah.

IHRAM.CO.ID,RIYADH -- Rencana Arab Saudi untuk membangun struktur besar berbentuk kubus sebagai bagian dari proyek pembangunan kembali di ibu kota, Riyadh, telah memicu reaksi dari umat Islam di media sosial. Mereka mengatakan bahwa itu menyerupai Ka'bah.

Dilansir dari laman About Islam pada Selasa (21/2), Middle East Monitor melaporkan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) mengumumkan peluncuran New Murabba Development Company pada Kamis (16/2/2023).

Baca Juga

Sementara menurut Arab News, New Murabba akan mencakup area hijau dan pejalan kaki, museum, universitas teknologi dan desain, teater serbaguna, tempat hiburan serta budaya lainnya.

Daerah ini akan menjadi tuan rumah Mukaab, ikon yang menampilkan teknologi inovatif terbaru dan akan menjadi salah satu struktur bangunan terbesar di dunia dengan tinggi 400 meter, lebar 400 meter, dan panjang 400 meter untuk mengambil bentuk kubik untuk memastikan pemanfaatan ruang tertinggi

 

“Arab Saudi telah mengumumkan megaproyek raksasa terbarunya: New Murabba. Ide? Bangun “pusat kota modern” terbesar di dunia, seluas 19 km persegi (1/2 ukuran Jersey City) untuk dikembangkan ke Riyadh. Tapi Anda mungkin bertanya-tanya: apakah kubus raksasa di tengah itu?” sebut Seamus Malekafzali di Twitter.

“Ini secara konseptual mengingatkan Ka'bah selama periode ketidaktahuan. Fakta bahwa itu dihidupkan kembali sebagai situs ziarah untuk menampung berhala dan dewa modern saat ini bukanlah setan," tulis Najashi of Aksum.

Sementara Akademisi Dr Muhammad Al-Hachimi Al-Hamidi menyatakan, “Apakah Mohamed bin Salman membangun Ka'bahnya sendiri di Riyadh? Inilah desain yang dia pilih untuk proyek terbarunya. 'Ka'bah' hiburan baru!!”

Di samping itu, Wartawan Intercept Murtaza Hussein mengamati bahwa "Membangun Ka'bah baru yang secara eksklusif dikhususkan untuk kapitalisme agak terlalu sulit."

Kendati demikian pengguna media sosial lainnya, terutama dari Arab Saudi, menanggapi kritik tersebut.

“Mengapa Muslim asing begitu mudah dimanipulasi?” tanya seorang pengguna. “Jika setiap bangunan berbentuk kubik adalah ‘Ka'bah baru’ maka Anda akan menemukan jutaan Ka'bah di Riyadh karena kami memiliki banyak bangunan berbentuk kubik”

Adapun Ka'bah merupakan situs tersuci dalam Islam dengan ribuan orang mengelilingi bangunan suci 24 jam sehari. Sementara Hajar Aswad, sebuah batu suci kuno, berada di sudut timur Ka'bah, 1,5 meter di atas tanah.

Muslim tidak menyembah Ka'bah atau sekitarnya. Semua Muslim di seluruh dunia menghadap Ka'bah selama sholat sebagai kiblat mereka, arah yang dihadapi umat Islam saat sholat. Untuk itu, berfungsi sebagai titik fokus.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement