Rabu 25 Sep 2013 16:47 WIB

Komisi VIII: Maskapai Berikan Tas Jamaah Haji yang Mudah Rusak

Rep: MgRoL19/ Red: A.Syalaby Ichsan
Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) memeriksa kartu kamar calon jamaah haji kloter 20 asal Jakarta saat memasuki Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (23/9).
Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) memeriksa kartu kamar calon jamaah haji kloter 20 asal Jakarta saat memasuki Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (23/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon jamaah haji Indonesia mendapatkan tas kecil yang fleksibel sebagai bekal di Tanah Suci. Hanya, banyak jamaah haji yang mengeluhkan jika tas tersebut mudah rusak.

Ketua Komisi VIII DPRRI Ida Fauziyah menjelaskan,  tas tersebut adalah tas hadiah dari maskapai penerbangan. "Itu tas memang hadiah dari maskapai, dari Garuda dan Saudi Arabia Airline atau kita sebut itu bentuk compliment mereka", ungkapnya saat dihubungi RoL, lewat telepon, Rabu (25/9).

Meski bentuknya hadiah, ia berharap kualitas tas tersebut seharusnya diperhatikan karena umumnya jamaah haji tidak membawa alternatif tas lain. "Ya, jamaah juga hanya membawa tas itu saja, mereka juga suka karena ada cirinya ada merah putihnya", ungkapnya.

Ketua  Fraksi PKB itu juga menyayangkan dan menyesalkan rapuhnya tas jamaah haji tersebut. Sebelumnya Ia juga sudah mendapat info tentang rusaknya tas jamaah haji.

Ditanyai perihal anggaran yang dikeluarkan untuk tas kecil tersebut Ia tidak tau penghitungan biayanya. Menurutnya tas kecil itu memang tidak masuk dalam anggaran yang dikeluarkan. Akan tetapi Ida Fauziyah sangat berharap dan sebagai masukan kedepannya agar lebih baik lagi dan tidak terjadi lagi hal seperti ini.

Salah seorang penyedia jasa perbaikan tas dan koper jamaah haji, Wiryo mengatakan, setiap hari ia biasa menerima 30 tas jamaah haji yang rusak. "Ya, mungkin karena diproduksi massal ribuan banyaknya. Jadi banyak yang rusak," terangnya kepada Republika, Selasa (23/9).

Menurutnya, kualitas tas dan tali adalah barang murah yang mudah rusak. "Kayaknya memang barang murah, mas. Saya dari tahun 2003 memperbaiki tas jamaah. Setiap tahun selalu begitu," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement