Rabu 27 Aug 2014 14:05 WIB

Waspadai Tujuh Modus Kejahatan di Tanah Suci

Jamaah haji di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/ca
Jamaah haji di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Setelah menganalisa dan terjun langsung ke lapangan,  para petugas keamanan jamaah haji Indonesia memiliki kesimpulan sementara adanya tujuh modus kejahatan  yang berpotensi menimpa calon jamaah haji di Tanah Suci.

Berikut ketujuh modus kejahatan tersebut:

Pertama, pencurian tas bawaan jamaah yang ditaruh di ujung sajadah atau tempat sujud.

Kedua, perempuan bercadar dan berbaju hitam menyamar sebagai polisi wanita dan menggeledah jamaah yang hendak masuk masjid.

Ketiga, tawaran dari sesama WNI untuk mengantar jamaah yang  tersasar. Ketika tiba di tujuan, mereka minta bayaran. Ada jamaah yang dimintai uang hingga 50 riyal (Rp 125 ribu).

Keempat, menipu jamaah dengaan menawarkan kambing untuk membayar dam.

Kelima, peminta-minta mengaku sebagai mahasiswa Palestina.

Keenam, pencopetan dengan cara menyilet tas jamaah.  Kejahatan ini banyak terjadi di kawasan perbelanjaan dan  pasar tumpah yang berada di gang-gang dan pinggir jalan yang ramai.

Ketujuh, mencopet dan menyilet tas saat jamaah berdesak-desakan keluar dari Masjid Nabawi.

Mengantisipasi  semua kejahatan itu, jamaah diimbau agar tidak banyak membawa uang dan memakai perhiasaan yang berlebihan saat pergi  masjid. Dan jika berbelanja, sebaiknya pergi berombongan sehingga dapat saling menjaga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement