Selasa 07 Oct 2014 10:58 WIB

Tempat-Tempat Mustajabah di Tanah Suci (1)

Rep: Hannan Putra/ Red: Chairul Akhmad
Multazam di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
Foto: Antara/Prasetyo Utomo/ca
Multazam di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, “Jika hamba-Ku bertanya tentang-Ku, maka jawablah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan setiap doa mereka jika mereka mau berdoa.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Begitulah janji Allah SWT dalam Alquran, Dia akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Tapi tentu saja, kita sebagai hamba perlu tahu terlebih dahulu, doa seperti apa yang akan diterima Allah.

Keberuntungan besarlah bagi mereka yang berangkat ke Tanah Suci. Karena di sana ada beberapa tempat-tempat mustajabah. Jika berdoa di sana, ada jaminan doa mereka akan diterima Allah.

Tempat-tempat mustajabah tersebut antara lain:

1. Multazam

Multazam adalah tempat di antara pintu Ka’bah dan Rukun Hajar Aswad. Secara harfiah Multazam bermakna tempat yang amat diperlukan. Tempat inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW sebagai tempat yang paling mustajabah untuk berdoa.

Rasulullah SAW bersabda, “Multazam adalah tempat doa yang mustajab (terkabul), tidak seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul doanya.”

Rasulullah sendiri setiap kali sampai di tempat ini langsung menempelkan dada, wajahnya atau pipi beliau. Kemudian beliau meratap dalam doa.

Dalam kitab Akhbar Makkah diterangkan bahwa ketika Nabi Adam selesai melakukan thawaf (yang pertama kali), ia langsung melakukan shalat dua rakaat di depan pintu Ka’bah, terus berdiri di Multazam dan berdoa, “Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui segala apa yang aku rahasiakan dan segala apa yang aku lakukan secara nyata, terimalah pengaduanku. Engkau Maha Mengetahui apa yang ada dalam jiwaku dan segala apa yang ada padaku, ampunilah dosa-dosaku.”

“Engkau Maha Mengetahui apa yang aku perlukan, berikanlah kepadaku apa yang aku minta. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang memenuhi hati dan keyakinan yang mantap benar sehingga menyadarkan aku bahwa tidak ada yang mencelakakanku kecuali apa yang telah Engkau pastikan untukku, dan menyadarkan aku sehingga aku rela atas apa yang Engkau tetapkan untukku.”

Setelah bedoa seperti di atas, Allah menurunkan wahyu kepadanya, “Wahai Adam, kau telah berdoa dengan beberapa permintaan, aku penuhi semua permintaan itu. Dan siapa pun dari anak-anakmu yang berdoa dengan doamu itu, pasti aku hilangkan keresahan dan kesedihannya, dan Aku kembalikan apa yang hilang dari padanya, dan Aku cabut dari hatinya perasaan miskin, dan aku jadikan kaya ia dalam kenyataan, dan aku sukseskan perdagangan untuknya, sehingga kekayaan dunia berdatangan kepadanya walaupun tanpa ia kehendaki.”

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement