REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Daerah Kerja (Daker) Makkah menyiapkan lima pos penjagaan di Masjidil Haram untuk mengantisipasi tindak kriminal terhadap jamaah haji asal Indonesia. Petugas di pos penjagaan itu juga akan membantu jamaah tersesat atau bingung kembali ke pemondokan.
Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daker Makkah Jaetul Muchlis Basyir menerangkan ada sektor khusus yang terletak di Misfalah untuk perlindungan jamaah ketika melakukan ibadah di Masjidil Haram. “//Leading sector// berada di Daker,” kata dia, Jumat (28/8).
Kelima titik rawan itu berdasarkan perpindahan jamaah masuk dan keluar Masjidil Haram serta ketika melakukan prosesi ibadah. Tiga hingga empat petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1436H/2015M akan berjaga di pos-pos tersebut.
Kepala Sektor Khusus Slamet Budiyono menyebutkan pos penjagaan kedua berada di Marwah, lokasi terakhir ibadah umrah setelah jamaah menyelesaikan prosesi tawaf dan sai. Dari pintu ini, para jamaah haji akan kembali ke sektornya.
Muchlis menuturkan, potensi kerawanan yang mungkin muncul, yaitu jamaah tidak tahu arah kembali ke pemondokan karena belum mengenali medan atau melakukan orientasi lapangan. Slamet menambahkan, petugas di pos Marwah ini siap untuk mengarahkan kembali ke pemondokannya.
Muchlis menyatakan pos penjagaan pertama terletak di Terminal Syib Amir. Lokasi ini menjadi penurunan jamaah yang tinggal di sektor 3, 4, 5, dan 6. Petugas akan mengamankan jamaah dari tindak krimilitas seperti pencopetan dan kecelakaan.
Pos ketiga ditempatkan di Baab Malik. Pos ini disiapkan untuk melayani jamaah yang tinggal di Sektor 9 yang terletak di Misfalah. Jarak terjauh pemondokan di Misfalah berlokasi kurang dari dua kilometer dari Masjidil Haram.
Kendati demikian, PPIH Arab Saudi tetap menyediakan transportasi bus shalawat karena padatnya pejalan kaki dari pemondokan di Misfalah ke Masjidil Haram. “Titik bongkarnya di Terminal Zyad,” ujar Muchlish.
Menurut Slamet, lokasi ini juga menjadi pos penghubung dengan empat pos lainnya. Sektor Khusus Makkah menempatkan empat personil di pos ini. “Jamaah dapat mengenali melalui tanda berupa payung dan stiker merah putih,” kata dia.
Pos kelima terletak di antara Daarut Tauhid dan Hotel Hilton. Pos ini dekat dengan Masjid King Abdullah. Slamet menyatakan, pos ini untuk melayani jamaah yang tinggal di sektor 7 dan 8 yang berasal dari Jarwal.




