Rabu 28 Oct 2015 09:47 WIB

Kemenag Pertimbangkan Opsi Kedatangan dan Kepulangan Jamaah dari Bandara Madinah

Rep: Marniati/ Red: Andi Nur Aminah
Jamaah haji antre di bandara Madinah.
Foto: Republika/Natalia Endah Hapsari/ca
Jamaah haji antre di bandara Madinah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Agama (Kemenag) akan mempertimbangkan usulan agar kedatangan dan kepulangan jamaah haji langsung dari bandara Madinah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan usulan ini akan dipelajari lebih dalam pada evaluasi penyelenggaraan ibadah haji yang akan diselenggarakan 3 Novemeber mendatang.  

"Sebagai sebuah opsi tentu akan kita pelajari, apakah hanya melalui Madinah daya tampungnya memungkinkan. Lalu jalur penerbangannya seperti apa. Karena kan kita selama ini dibagi menjadi dua gelombang," ujar Lukman saat ditemui di kantor Kementerian Agama Jakarta, Selasa (27/10).

Ia menjelaskan, jika kedatangan dan kepulangan seluruh jamaah langsung dari Madinah maka artinya harus terjadi revolusi besar-besaran terkait pola penerbangan yang digunakan pada tahun ini. Namun demikian Kemenag tidak menutup diri terhadap kemungkinan tersebut. 

Kemenag akan mempelajari seperti apa teknis implementasi di lapangan jika opsi ini diberlakukan. Pembahasan akan dilakukan pada saat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan seluruh kanwil Kemenag dan pemaku kepentingan lainnya. 

Sebelumnya diberitakan, kepala Daker Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam mengatakan proses kedatangan dan pemulangan jamaah haji Indonesia dari Bandara AMAA Madinah berjalan lancar dan lebih cepat. 

Pelayanan dan kerja sama antara otoritas bandara dengan petugas pun berjalan sangat baik. Karena itu, Nurul mengusulkan, pada tahun-tahun mendatang Bandara AMAA Madinah digunakan sebagai bandara khusus untuk kedatangan dan pemulangan jamaah haji Indonesia.

"Bandara Jeddah sudah terlalu crowded. Seandainya bisa kedatangan dan pemulangan jamaah kita dilakukan melalui bandara Madinah, maka pelayanan akan lebih baik. Jamaah pun nyaman," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement