IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Selama bertugas mengawasi pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memilih tinggal di kantor Daker ketimbang di hotel. Pilihan ini, ia lakukan dengan alasan efisiensi dan memudahkan saat harus mengikuti rapat koordinasi.
Menurutnya, kamar di Daker tidak kalah nyaman dengan di hotel. "Hotel biarlah untuk jamaah karena mereka yang lebih layak," ujarnya saat ditemui di kamar pribadinya di lantai satu Daker Madinah, kemarin.
Seperti dilaporkan Wartawan Republika.co.id, Hj Ani Nursalikah dari Madinah, Menag Lukman menempati kamar memiliki fasilitas sama dengan petugas lain. Di kamar berukuran 4x5 meter tersebut, terdapat sebuah kamar mandi, toilet, televisi, tempat tidur berukuran double, meja rias dan karpet. Buah-buahan tersedia di sebuah meja kecil di depan pintu.
Untuk urusan mencuci pakaian, biasanya ia memakai jasa binatu. Sedangkan, membereskan koper dan melipat pakaian ia lakukan sendiri. "Saya sudah terbiasa meladeni diri sendiri. Kondisi seperti ini tidak menyusahkan," kata ayah tiga anak ini.
Tidak ada ritual khusus yang ia lakukan ketika pagi hari. Selesai shalat Subuh di Masjid Nabawi, ia sarapan lalu menyeruput secangkir kopi. Lukman mengaku, dirinya adalah penikmat kopi karena itu ia tidak menghitung berapa cangkir kopi yang telah ia seruput.
Untuk menjaga stamina tubuh tetap dalam kondisi fit, Lukman menerapkan istirahat dan makan yang cukup. Ada satu pesan dari gurunya yang selalu ia pegang. "Selesaikan masalah saat itu juga, jangan dibawa tidur karena besok akan ada masalah baru. Jangan membebani pikiran dengan masalah," ujar dia.




