IHRAM.CO.ID, BRUSSELS -- Arab Saudi dan Belgia menyetujui kesepakatan yang akan memungkinkan otoritas lokal menjalankan Pusat Kebudayaan Islam di Brussels. Setelah 50 tahun lamanya, manajemen Pusat Kebudayaan Islam kembali pada otoritas Muslim lokal di Belgia, setelah sebelumnya Liga Muslim Dunia mengambil alih tugas tersebut.
Kesepakatan itu merupakan respons terhadap sebuah rekomendasi dari Parlemen Belgia untuk mengembalikan Pusat Kebudayaan Islam itu dan memungkinkan komunitas Muslim di Belgia untuk mengambil alih manajemennya.
Kedua belah pihak mencapai kesepakatan ini setelah serangkaian pembicaraan intensif. Menteri Luar Negeri Belgia, Didier Reynders, telah mengumumkan kesepakatan negaranya dengan Arab Saudi mengenai status administrasi Masjid Besar di Brussel pada pengaturan pemerintah federal.
"Kami kini telah mencapai sebuah kesepahaman yang akan memungkinkan atau mengizinkan kementerian dalam negeri dan kementerian kehakiman untuk mempertimbangkan kemungkinan untuk menyerahkan kendali Masjid Besar Brussels kepada komunitas Muslim lokal," kata Reynders, dilansir dari Al Arabiya, Kamis (25/1).
Reynders mengatakan, masjid tersebut akan ditempatkan di bawah kendali otoritas Islam lokal. Sejarah Masjid Besar di Brussels kembali pada 1967, saat mantan Raja Belgia Budwan I memberikan tugas untuk membangun Pusat itu kepada Raja Faisal bin Abdul Aziz. Arab Saudi mendanai pendirian Pusat tersebut, yang didesain oleh seorang arsitek Tunisia.
Raja Khalid bin Abdulaziz meresmikan Pusat Kebudayaan Islam itu pada 1978. Selama beberapa dekade, Pusat tersebut menjadi target dari banyak kritikan. Yang mana, itu mencapai puncaknya selama periode setelah adanya serangan teroris.
"Kami akan bekerja dengan pemerintah Belgia dalam masalah ini untuk memastikan apa yang tengah dilakukan jatuh dalam konteks transparansi absolut, dan dalam toleransi pelayanan dan memerangi terorisme," kata Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir.
Kesepakatan baru itu tidak mengakhiri peran dari berbagai pihak luar, dan terutama membutuhkan persetujuan dari otoritas Belgia untuk pembiyaan eksternal dalam rangka menghindari kecurigaan.
Pusat Kebudayaan Islam terletak di sekitar jantung Bagian Eropa. Pusat itu dipandang sebagai monumen Islam terpenting di Belgia. Selain itu, Pusat tersebut masih mempertahankan peran historisnya setelah menyingkirkan tuduhan menyebarkan ekstremisme.




