Senin 04 Jun 2018 11:28 WIB

PPIH Dilatih Hadapi Segala Situasi

PPIH Arab Saudi direkrut melalui proses seleksi bertahap.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Agung Sasongko
Petugas Haji
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Petugas Haji

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi mengikuti simulasi pelayanan, pembinaan, dan perlindungan jamaah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Ahad (3/6). Kegiatan tersebut menjadi ajang latihan menangani situasi penyelenggaraan rukun Islam kelima.

Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini diselenggarakan selama sepuluh hari. Sebanyak 780 petugas haji Arab Saudi direkrut dari berbagai lembaga: Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI-Polri, tokoh agama, ahli tata boga, dan insan pers.

"Masing-masing menjalankan tugas dan fungsinya dalam simulasi tersebut. Setelah mengikuti kelas pembekalan, mereka kini praktik menangani permasalahan di lapangan," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Dr Endang Jumali.

Dia menjelaskan, situasi di lapangan tentu tidak sama dengan teori yang dijelaskan di kelas. Ada saja hal tak terduga yang terjadi. Misal, sebagaimana dalam simulasi tadi, ada jamaah yang belum mendapatkan kamar. Ini menjadi tanggung jawab petugas sektor.

Kemudian pembimbing ibadah menemukan jamaah yang tawafnya belum sempurna.

Ketika menemukan situasi semacam itu, petugas langsung sigap menyikapi permasalahan. "Ada yang langsung mengurus kunci kamar yang diberikan kepada ketua rombongan. Kamar A contohnya, harus diisi laki-laki. Kamar lainnya diisi perempuan. Satu kamar tidak dicampur antara laki-laki dan perempuan," kata dia.

photo
Infografis Biaya Haji

Secara umum, Endang mengatakan, simulasi ini merupakan upaya untuk melatih dan membiasakan PPIH menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Gladi posko ini hanya menggambarkan sekian persen kondisi nyata penyelenggaraan haji. Situasi di Tanah Suci nanti jauh lebih melelahkan.

PPIH Arab Saudi direkrut melalui proses seleksi bertahap. Ada proses seleksi administrasi dan dokumen. Setelah itu mereka menjalani ujian berbasis komputer (computer assisted test/CAT). Selanjutnya adalah wawancara dan psikotes.

Rangkaian tersebut berlangsung di Kompleks Asrama Haji sejak beberapa bulan lalu. Ribuan orang mendaftar untuk menjadi PPIH. Setelah mengikuti tes, Kementerian Agama hanya mengambil 780 orang. Jumlah tersebut belum termasuk tim panitia haji daerah, tenaga musiman, dan mukimin.

Meski sudah mengikuti tes, mereka belum tentu berangkat ke Tanah Suci, karena masih harus melalui tahapan keberangkatan melalui asrama haji pada pertengahan Juli. Ada pemeriksaan kesehatan dan kepastian bahwa mereka tidak dalam status menjalani proses hukum. Panitia juga harus melengkapi dokumen perjalanan, seperti paspor dan visa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement