Senin 10 Dec 2018 20:29 WIB

2.000 Muslimah India Diperkirakan Berhaji Tanpa Mahram

India mencabut larangan bagi perempuan pergi haji tanpa mahram pertama kali pada 2018

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Andi Nur Aminah
Jamaah asal India  (ilustrasi)
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Jamaah asal India (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI -- Menteri Urusan Minoritas India Mukhtar Abbas Naqvi menyebut banyak perempuan Muslim mengajukan aplikasi haji 2019 tanpa mahram. Karena itu, dia memperkirakan tahun depan banyak calon jamaah haji (calhaj) perempuan yang berhaji sendiri.

Dilansir di The Greater Kashmir pada Senin (10/12), Naqvi menjelaskan hal itu dalam rapat haji dengan Komite Haji India, Ahad (9/12). Dalam rapat tersebut dipaparkan, sebanyak 223 ribu Muslim telah mengajukan aplikasi ibadah haji 2019.

Naqvi mengatakan sebanyak 47 persen dari 223 ribu aplikasi, diajukan oleh perempuan. Pengajuan aplikasi ibadah haji 2019 dimulai pada 7 November 2018 hingga 12 Desember 2018.

Naqvi mengatakan lebih dari 2.000 perempuan mendaftar ibadah haji 2019. Dia memperkirakan jumlah itu akan naik hingga penutupan pendaftaran.

Naqvi mengatakan pemerintah pusat mencabut larangan bagi perempuan pergi haji tanpa mahram pertama kali pada 2018. Imbasnya, sebanyak lebih dari 1.300 perempuan berhaji tanpa teman laki-laki tahun lalu.

Bahkan, dia mengatakan, perempuan Muslim tersebut bebas dari sistem undian. Sebanyak lebih dari 100 perempuan koordinator dan asisten haji dikerahkan untuk membantu calhaj perempuan India tersebut.

Untuk pertama kalinya setelah Kemerdekaan, tercatat sebanyak 175.025 Muslim India berhaji pada 2018. Bahkan, mereka berhaji tanpa subsidi dari pemerintah.

Naqvi mengatakan sistem digitalisasi dalam proses haji mempermudah seluruh layanan dan persiapan haji. Untuk ibadah haji 2019, sekitar 136 ribu aplikasi diterima lewat sistem daring untuk Private Tour Operator (PTO).

Portal pendaftaran memastikan transparansi dalam fungsi PTO. Di sisi lain, sistem tersebut sangat bermanfaat bagi jamaah haji. Sebab, jamaah mendapatkan semua informasi yang diperlukan.

Naqvi mengatakan pemerintah pusat berkoordinasi dengan Konsulat India di Jeddah dan berbagai lembaga terkait di Arab Saudi. Pemerintah ingin memastikan keamanan dan fasilitas yang lebih baik bagi jamaah haji asal India. Kesepakatan haji bilateral antara India dan Arab Saudi akan segera ditandatangani. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement